Berita

BTN optimistis jadi bank penyalur terbesar Kredit Program Perumahan (KPP) (Foto: Dok BTN)

Bisnis

Pemerintah Alokasikan Rp130 Triliun untuk KPP, BTN Siap Jadi Mayoritas Penyalur Terbesar

RABU, 22 OKTOBER 2025 | 10:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen serius dalam mempercepat pemenuhan Program 3 Juta Rumah dengan mengalokasikan dana jumbo untuk skema baru Kredit Program Perumahan (KPP).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa total anggaran yang disiapkan untuk KPP mencapai Rp130 triliun. Dana ini ditargetkan mampu memicu pembangunan 320 ribu rumah bagi masyarakat.

"Anggaran tersebut ditargetkan bisa membangun 320 ribu rumah untuk masyarakat dan mendorong Program 3 Juta Rumah," tutur Airlangga dalam Akad Massal KUR secara daring, dikutip Rabu 22 Oktober 2025.


Alokasi dana KPP tersebut dibagi menjadi dua fokus utama, yaitu Rp113 triliun untuk Supply (pengembang/pembangun) dan Rp17 triliun untuk Demand (pembeli/masyarakat).

Menyambut inisiatif ini, PT Bank Tabungan Negara (BTN) menyatakan optimisme tinggi untuk menjadi distributor terbesar KPP. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengklaim bahwa BTN siap memimpin penyaluran berkat ekosistem pembiayaan perumahan yang lengkap yang mereka miliki.

"Kami berharap bisa menjadi mayoritas dalam menyalurkan kredit ini," ujar Nixon, dalam keterangannya yang diterima redaksi. 

Skema KPP menawarkan bunga yang sangat rendah, yaitu hanya 6 persen. Program ini dirancang fleksibel dengan plafon besar untuk dua segmen, yakni untuk sisi supply dan demand perumahan.

Menurut Nixon untuk sisi supply, para developer UMKM bisa mengajukan kredit hingga Rp5 miliar per debitur, bahkan bisa diperpanjang hingga empat kali dengan total plafon Rp20 miliar. Lalu di sisi demand, KPP dapat mencapai Rp500 juta bagi para debitur yang ingin membeli, merenovasi rumah, atau membangun ruko hingga kos-kosan. 

Nixon menambahkan, BTN telah mengidentifikasi ribuan mitra, termasuk 2.878 developer dan 4.032 toko bangunan, yang siap mengakses KPP. Untuk tahap awal di sisa tahun ini, BTN memprediksi akan menyalurkan KPP sekitar Rp2 triliun.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya