Berita

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Eddy Soeparno:

Duit Rp13 Triliun Rampasan Koruptor Cocok untuk Beasiswa LPDP

SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 16:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pimpinan MPR sepakat dengan Presiden Prabowo Subianto terkait uang Rp13 triliun hasil rampasan negara dari koruptor kasus CPO dialokasikan untuk beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). 

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mengatakan, salah satu target dan tujuan dari program pembangunan Presiden Prabowo, adalah untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul. Hal itu, tentunya tidak bisa terlepas dari pendidikan. 

Sebab, melalui pendidikan itu akan tercipta inovasi hingga percepatan perkembangan teknologi, yang itu nantinya menjadi loncatan besar kemajuan bangsa. 


“Kalau memang dana tersebut dialokasikan untuk menambah dana dan anggaran LPDP, tentu kami sambut gembira,” kata Eddy kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa 21 Oktober 2025. 

Menurut Eddy, jika duit belasan triliunan tersebut dialokasikan ke sektor pendidikan maka akan semakin banyak putra-putri terbaik bangsa Indonesia mengenyam pendidikan hingga jenjang tinggi. 

“Baik di dalam maupun di luar negeri dengan adanya ketersediaan dana yang tambahan,” ujar Wakil Ketua Umum DPP PAN ini. 

Atas dasar itulah, Eddy setuju dengan arahan Presiden Prabowo yang akan mengalokasikan uang hasil rampasan negara dari koruptor ke sektor pendidikan.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya