Berita

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Foto: 9News)

Dunia

Australia-AS Teken Kesepakatan Mineral Lawan Dominasi China

SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 12:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menandatangani perjanjian baru terkait pasokan tanah jarang dan mineral penting di Gedung Putih pada Senin, 20 Oktober 2025, waktu AS.

Kesepakatan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat keamanan energi dan ekonomi kedua negara di tengah tekanan China.

“Kami telah bekerja keras untuk ini. Kesepakatan ini penting bagi keamanan energi dan ekonomi kedua negara,” ujarnya di hadapan wartawan, seperti dikutip dari Al-Jazeera, Selasa 21 Oktober 2025.


Berdasarkan salinan perjanjian dari kantor Perdana Menteri Australia, Washington dan Canberra akan menginvestasikan masing-masing 1 miliar Dolar AS dalam enam bulan ke depan untuk pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan mineral penting.

Kesepakatan ini juga menetapkan harga dasar (minimum price) untuk mineral strategis, langkah yang diharapkan dapat menstabilkan pasar global yang selama ini didominasi oleh China. Penetapan harga dasar ini menjadi dorongan besar bagi perusahaan tambang Barat yang selama ini menghadapi fluktuasi harga akibat kebijakan ekspor Beijing.

Menurut data Survei Geologi AS, China masih memiliki cadangan tanah jarang terbesar di dunia. Namun, Australia juga memiliki sumber daya besar dan kini ingin memperkuat posisinya dalam rantai pasok global untuk mengurangi ketergantungan terhadap China.

Langkah ini menegaskan peran Australia sebagai pemain kunci dalam strategi negara-negara Barat untuk diversifikasi pasokan mineral penting -- bahan utama kendaraan listrik, turbin angin, radar militer, hingga mesin pesawat. Canberra juga membuka akses bagi sekutu seperti Inggris dan AS terhadap cadangan strategisnya, di tengah meningkatnya kontrol ekspor China yang dianggap mengancam stabilitas pasokan global.

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Mudik Gratis 2026 Pemprov Jabar, Berikut Rute dan Cara Daftarnya

Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:13

DPR Komitmen Kawal Pelaksanaan MBG Selama Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:32

Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Enam Bulan, Dibayangi Ketegangan AS-Iran

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:21

DPR Soroti Impor Pickup Kopdes Merah Putih

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:58

Prabowo Temui 12 Raksasa Investasi Global: “Indonesia Tak Lagi Tidur”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:49

DPR Tegaskan LPDP Harus Tegakkan Kontrak di Tengah Polemik “Cukup Saya WNI, Anak Jangan”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:26

Pemerintah Inggris Siap Hapus Andrew dari Daftar Pewaris Takhta

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:14

Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:04

Korban Banjir Lebak Gedong Masih di Huntara, DPR Desak Aksi Nyata Pemerintah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25

Norwegia Masih Kuat di Posisi Puncak Olimpiade, Amerika Salip Tuan Rumah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya