Berita

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Realisasi Pajak Bruto Tembus Rp 1.619 Triliun Ditopang Sektor Listrik dan Tambang

SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 10:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan melaporkan bahwa penerimaan pajak bruto (sebelum dikurangi pengembalian dana atau restitusi) meningkat 2 persen per September 2025 dibandingkan tahun sebelumnya (yoy). Kenaikan ini didorong oleh beberapa sektor utama, termasuk energi, pertambangan, dan perdagangan digital.

Secara total, penerimaan pajak bruto mencapai Rp 1.619,2 triliun per September 2025, naik dari Rp 1.588,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun, penerimaan pajak neto (setelah dikurangi restitusi) justru menurun. Penerimaan neto tercatat Rp 1.295,28 triliun, lebih rendah dari Rp 1.354,86 triliun pada periode Januari–September 2024.

Dirjen Pajak, Bimo Wijayanto, menjelaskan dalam konferensi pers bahwa kenaikan 2 persen ini ditopang oleh beberapa sektor. 


"Yang pertama, sektor ketenagalistrikan. Ini bukan berarti ketenagalistrikan yang naik kemudian penggunaan listrik per kapita atau listrik industri itu naik, tidak. Tetapi memang ada windfall gain dari penerimaan pajak tahun 2023-2024 yang cukup signifikan,” jelas Bimo Wijayanto dalam Media Briefing Penerimaan Perpajakan dan Persiapan SPT Tahunan Tahun 2026 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin 20 Oktober 2025.

Yang kedua, adalah sektor pertambangan bijih logam, khususnya tembaga. Selanjutnya adalah sektor perdagangan online (daring): Menurut Bimo, sektor ini terus membaik seiring dengan meningkatnya tren belanja online dan pergeseran transaksi dari toko konvensional (fisik) ke media digital.

Sektor selanjutnya ialah pertanian tanaman dan industri minyak kelapa sawit. Hal tersebut sejalan dengan peningkatan CPO dan kenaikan harga sehingga secara ekonomi memberikan dorongan pertumbuhan.

Bimo juga menyoroti bahwa rata-rata penerimaan pajak bruto per bulan mengalami tren peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun.
Rata-rata penerimaan pajak bruto pada periode Januari-September 2025 tercatat Rp179,9 triliun per bulan. Adapun pada periode Januari-September 2024 sebesar Rp176,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2023 sebesar Rp 172,5 triliun dan 2022 sebesar Rp164,1 triliun.

Tren ini menunjukkan bahwa meski ada tantangan (seperti tingginya restitusi yang membuat penerimaan neto turun), basis penerimaan pajak bruto Indonesia secara rata-rata terus menunjukkan perbaikan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya