Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Youtube Setneg)

Politik

Saatnya Prabowo Evaluasi Menteri yang Jadi Beban

SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 09:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi genap berusia satu tahun. Dalam periode tersebut, berbagai capaian telah diraih, namun sejumlah target strategis masih belum menunjukkan hasil optimal.

Founder sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai momen satu tahun ini menjadi waktu yang tepat bagi Presiden Prabowo untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap Kabinet Merah Putih.

“Menteri bukan sekadar pembantu presiden, tapi juga penentu keberhasilan program dan janji politik presiden kepada rakyat. Faktanya, masih ada menteri yang justru menjadi beban, bukan solusi,” ujar Pangi kepada RMOL, Selasa, 21 Oktober 2025.


Menurutnya, Presiden Prabowo sendiri sudah memberikan sinyal tegas soal reshuffle kabinet. Ia mengingatkan, menteri yang sudah berkali-kali diingatkan namun tetap tidak berubah, sebaiknya diganti saja.

“Kalau sudah diingatkan tiga kali tapi tetap tidak berubah, ya sudah… apa boleh buat. Tidak perlu kasihan. Yang kasihan itu rakyat, kalau kita pertahankan menteri yang tidak bisa kerja,” tegas Prabowo dalam pernyataannya yang dikutip Pangi.

Pangi menilai, reshuffle kali ini harus dilakukan dengan berani, tegas, dan berbasis kinerja, bukan karena faktor kedekatan atau bagi-bagi kekuasaan.

“Negara tidak butuh pejabat yang hanya sibuk pencitraan, asal setor muka, atau sekadar memberikan kabar gembira tanpa kerja nyata,” ujarnya.

Program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, layanan kesehatan gratis, subsidi upah, swasembada pangan, hingga pelayanan haji, kata Pangi, tidak boleh diserahkan pada pejabat yang salah urus.

“Program-program ini adalah janji super premium presiden kepada rakyat. Menteri terkait harus siap bertanggung jawab penuh atas keberhasilannya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya loyalitas menteri terhadap presiden dan rakyat, bukan kepada kelompok atau kepentingan pribadi.

“Menteri yang jadi beban, apalagi yang sudah tiga kali diingatkan, tidak layak dipertahankan. Reshuffle bukan untuk balas budi, tapi untuk menyelamatkan kinerja pemerintahan dan menjaga kepercayaan rakyat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pangi menilai beberapa pos kementerian perlu mendapat perhatian khusus dalam evaluasi kali ini. Di antaranya Menteri Kehutanan, Menteri Kesehatan, Menteri Perumahan dan Permukiman, Menteri Pariwisata, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa dan PDT, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, serta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

“Satu tahun sudah cukup kesempatan untuk menilai siapa yang benar-benar bekerja dan siapa yang hanya numpang jabatan. Jika reshuffle dilakukan dengan tepat, Prabowo akan memiliki tim yang solid untuk menuntaskan janji-janji besarnya kepada rakyat,” tutupnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya