Berita

Luhut Binsar Pandjaitan dan Joko Widodo (Foto: BPMI Setpres)

Politik

Luhut Pandjaitan Juga Harus Bertanggung Jawab Soal Whoosh

SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 08:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan disebut sebagai sosok yang juga harus bertanggung jawab terhadap kerugian dan beban yang ditimbulkan akibat protek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

Hal itu disampaikan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, merespons pernyataan Luhut terkait proyek Whoosh sudah busuk sejak awal.

"Berarti Luhut tahu bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dibangun oleh konsorsium KCIC memang barang busuk. Kenapa dia tidak cegah atau dia beri masukan ke Presiden Jokowi agar jangan diteruskan atau dihentikan? Malah membiarkan barang busuk itu tetap dikerjakan dan kondisinya menimbulkan beban negara hingga saat ini," kata Muslim kepada RMOL, Selasa, 21 Oktober 2025.


Menurut Muslim, jika Luhut sudah tau sejak awal dan membiarkan, maka Luhut harus ikut bertanggung jawab soal kerugian dan beban utang yang ditimbulkan.

"Bahkan ditengarai proyek itu dimarkup tiga kali lipat. Itu artinya suatu kejahatan yang sengaja dilindungi oleh Luhut dong. Dan itu berarti Luhut juga tahu dong. Kok dibiarkan? Ada apa? Padahal proyek Whoose itu adalah proyek jebakan utang China atau debt trap China," terang Muslim.

Sebagai purnawirawan tentara, Luhut seharusnya tahu teori intelijen soal jebak-menjebak.

"Apakah luhut sadar menggiring negara masuk dalam jebakan China? Jadi Luhut jangan cuci tangan dengan pernyataan Whoosh itu barang busuk dari awal. Dia harus ikut bertanggung jawab bersama Jokowi yang memaksakan Whoosh barang busuk tersebut," pungkas Muslim.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya