Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Pengamat: Gibran Gagal jadi Ikon Perubahan Anak Muda di Tahun Pertama Pemerintahan

SENIN, 20 OKTOBER 2025 | 18:47 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Setahun menjabat sebagai Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka dinilai gagal memenuhi ekspektasi besar anak muda yang dulu menaruh harapan pada sosoknya. 

Figur muda yang sempat disebut sebagai simbol regenerasi kini justru dianggap kehilangan arah dan belum mampu menjadi ikon perubahan di puncak kekuasaan.

Pandangan itu disampaikan pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif SCL Taktika, Iqbal Themi, yang menilai Gibran tersandera oleh dua narasi besar yang bertabrakan satu sama lain.


“Di satu sisi Gibran diharapkan tampil sebagai wajah baru politik muda yang progresif, tetapi di sisi lain ia juga dibaca publik sebagai simbol keberlanjutan dinasti kekuasaan keluarga Jokowi,” ujar Iqbal kepada wartawan di Jakarta, Senin 20 Oktober 2025.

Menurut Iqbal, benturan dua narasi itu membuat langkah politik Gibran gamang dan sulit menunjukkan arah yang jelas. 

“Gibran seperti berdiri di antara dua dunia kekuasaan, yakni generasi lama yang masih dominan dan pegang kendali serta generasi muda yang mulai kecewa karena tak merasa diwakili,” tuturnya.

Iqbal menyinggung program “Lapor Mas Wapres” yang sempat diperkenalkan di awal masa jabatan. Menurutnya, secara ide menarik, namun belum berhasil menjadi ruang yang efektif bagi anak muda untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kekuasaan.

Ia juga menyoroti minimnya peran Gibran dalam sejumlah isu publik yang ramai di kalangan muda, seperti gerakan #IndonesiaGelap, #KaburAjaDulu, hingga gelombang protes mahasiswa terhadap DPR.

"Dalam momen-momen seperti itu, anak muda tentu berharap Gibran tampil di depan, menerjemahkan keresahan mereka menjadi suara politik yang didengar kekuasaan," katanya.

"Tapi sejauh ini, harapan itu belum terwujud," pungkas alumnus Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya