Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: RMOL)

Politik

Setahun Memimpin, Presiden Prabowo Didorong Perkuat Otonomi Daerah

SENIN, 20 OKTOBER 2025 | 14:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota DPR RI fraksi PKS Mardani Ali Sera memberikan apresiasi satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan koperasi, pemeriksaan kesehatan massal, hingga gagasan Sekolah Rakyat merupakan langkah nyata untuk mendekatkan kesejahteraan pada masyarakat.

“Banyak program pro rakyat,” ujar Mardani seperti dikutip redaksi melalui akun X miliknya di Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025.


Namun, Mardani mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya diukur dari besarnya program, tetapi juga dari kekuatan proses pelaksanaannya. 

Ia menekankan pentingnya tata kelola yang berbasis bukti dan transparan agar kebijakan yang dijalankan benar-benar efektif.

“Ujian sebenarnya harus kuat di proses teknorasinya atau cara berkomunikasi. Karena proses akan menentukan hasil. Pola evidence-based policy wajib diterapkan,” tegasnya.

Selain itu, Mardani juga menyoroti pentingnya memperkuat otonomi daerah. Menurutnya, Indonesia yang luas dan majemuk membutuhkan ruang yang cukup bagi daerah untuk tumbuh dan mengembangkan potensinya sendiri.

“Khusus untuk otonomi daerah harus mendapat perhatian. Indonesia yang luas dan majemuk ini perlu ruang yang cukup bagi daerah mendapat kewenangan agar tiap daerah dapat tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

Sebagai catatan tambahan, Mardani menyarankan agar dana alokasi ke daerah diperkuat dan pendampingan pemerintah pusat ditingkatkan demi pemerataan pembangunan.

“Saran saya, dana alokasi ke daerah mesti cukup dan optimal dengan pendampingan,” pungkasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

Gus Yaqut dan Jokowi, Siapa yang Benar?

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:09

Ketika Eropa Abad ke-18 Begitu Jorok, Terbelakang, dan Menjijikkan

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:05

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

Mantan Ketua LMND Muhammad Asrul Gabung PSI

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:12

Kentungan Oranye Anies

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:01

Pemain Saham Gorengan Bakal Disikat

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:27

MUI: Board of Peace Neokolonialisme Gaya Baru

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:17

Jokowi Hadiri Rakernas PSI, tapi Tak Sanggup ke Pengadilan, Warganet: Penyakit Kok Pilih-pilih

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:01

Prabowo Pede Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Modal

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:15

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai Inti SPPG Jadi PPPK Picu Kecemburuan

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:06

Selengkapnya