Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)

Politik

ISNU: Perlu Revolusi Pengetahuan untuk Menuju Indonesia Emas

SENIN, 20 OKTOBER 2025 | 07:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Perlu adanya "Revolusi Pengetahuan" di momen tepat satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pandangan itu disampaikan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dengan pandangan bahwa revolusi itu diperlukan sebagai fondasi baru pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Ketua Umum ISNU Muhammad Munir mengatakan, kemajuan bangsa tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik, pertumbuhan ekonomi, atau infrastruktur semata. 


Lebih dari itu, kata dia, arah kebijakan nasional harus menempatkan pengetahuan, riset, dan moralitas sebagai motor utama perubahan.

“Bangsa yang cerdas tidak hanya pandai membuat teknologi, tetapi juga tahu bagaimana menjadikannya beradab,” ujar Muhammad Munir dalam keterangan tertulis, Senin 20 Oktober 2025.

Munir menegaskan, revolusi pengetahuan bukan sekadar jargon, melainkan gerakan kebangsaan yang memadukan ilmu, akhlak, dan amal dalam satu garis perjuangan. 

Ditambahkan Bendahara Umum ISNU Mubasyier Fatah, meski pemerintah telah menunjukkan capaian signifikan di bidang pertahanan, pangan, dan sosial, pembangunan berbasis pengetahuan belum menjadi arus utama kebijakan publik. Banyak kebijakan yang masih bersifat reaktif dan populis, bukan berbasis riset dan data.

“Revolusi pengetahuan menuntut keberanian untuk menata ulang cara kita berpikir tentang pembangunan. Bukan lagi sekadar berapa banyak uang dibelanjakan, tetapi seberapa besar pengetahuan yang dihasilkan,” katannya.

Di sisi lain, Sekretaris Umum PP ISNU, Wardi Taufik, menekankan pentingnya kolaborasi nasional antara pemerintah, akademisi, dan ormas intelektual dalam merancang kebijakan publik berbasis pengetahuan.

“Revolusi pengetahuan bukan sekadar tentang kecanggihan, tetapi tentang keberpihakan: kepada rakyat, kepada kemanusiaan, dan kepada masa depan,” ujar Wardi.

Ia menilai, pemerintah perlu memberi ruang partisipasi lebih luas bagi para cendekiawan untuk ikut dalam proses perumusan kebijakan. 

"Kolaborasi lintas sektor, kata Wardi, akan memperkuat fondasi moral dan intelektual bangsa di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan informasi," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya