Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Politik

Serikat Buruh Dukung Program Pemerintah dan Desak UMP 2026 Lebih Adil

SENIN, 20 OKTOBER 2025 | 06:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kaum buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengatakan dukungan penuh terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.  

Dua konfederasi buruh terbesar di Indonesia itu juga menegaskan kesiapan mereka menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan kebijakan prorakyat benar-benar berjalan. Dukungan penuh terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan bentuk kepatuhan politik, melainkan wujud tanggung jawab sosial untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan keadilan bagi pekerja. 

Mereka juga mendorong kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada pekerja. Salah satu tuntutan utama adalah penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 yang adil dan penghapusan sistem outsourcing.


“Kami berharap pemerintahan Prabowo memprioritaskan kebijakan yang melindungi buruh dan masyarakat kecil,” kata Presiden KSPI Said Iqbal, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip redaksi Senin 20 Oktober 2025.

Sebelumnya, kaum buruh dari KSPSI dan KSPI memperkuat posisi politiknya dalam Apel Akbar Kebangsaan di Lapangan Jababeka Botanical, Kabupaten Bekasi, pada Rabu 15 Oktober 2025 yang juga dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Ribuan buruh dari berbagai daerah—mulai Karawang, Tangerang, Bandung, hingga Jakarta—hadir membacakan Deklarasi Kebangsaan, yang berisi komitmen untuk menjaga persatuan, mendukung program pemerintahan, dan bersinergi dengan Polri menjaga stabilitas keamanan nasional.

“Buruh Indonesia mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," ujar Said Iqbal dalam momen tersebut.  “Hanya di era Presiden Prabowo lah semangat untuk mengembalikan upah layak itu muncul kembali. Dan kami berterima kasih kepada Bapak Kapolri yang selalu membuka ruang dialog bagi kaum buruh.”

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menilai bahwa gerakan buruh saat ini telah berevolusi menjadi kekuatan positif yang bersinergi dengan pemerintah dan aparat negara. “Pesan kami jelas: sahkan segera RUU yang berpihak pada buruh! Dan kami menolak keras tindakan anarkis seperti membakar atau menjarah—itu bukan cara yang demokratis,” tegas Andi Gani.

Apel Akbar ini menjadi simbol komitmen gerakan buruh dalam mendukung stabilitas nasional serta memperkuat hubungan antara serikat pekerja, pemerintah, dan aparat penegak hukum.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya