Berita

Pemerhati anak nasional, Seto Mulyadi saat menghadiri Reuni Akbar SMP Negeri 123 Kelapa Gading, Jakarta Utara yang digelar oleh Angkatan 1997 pada Minggu 19 Oktober 2025. (Foto: Istimewa)

Politik

Kak Seto: Pendidikan Tegas Berbeda dengan Kekerasan

MINGGU, 19 OKTOBER 2025 | 22:07 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pendidikan seharusnya mencakup etika, estetika, rasionalitas, dan kesehatan, yang membentuk karakter pelajar berprofil Pancasila. Ia juga menegaskan bahwa ketegasan dalam mendidik tidak boleh disamakan dengan kekerasan.

Begitu dikatakan pemerhati anak nasional, Seto Mulyadi saat menghadiri Reuni Akbar SMP Negeri 123 Kelapa Gading, Jakarta Utara yang digelar oleh Angkatan 1997 pada Minggu 19 Oktober 2025.

“Tegas perlu, tapi tegas berbeda dengan kekerasan. Kalau anak melakukan kesalahan, sanksinya adalah pembinaan, bukan hukuman fisik,” tegas Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) tersebut.


Kak Seto juga menyoroti maraknya kasus bullying di sekolah. Menurutnya, perundungan sering terjadi karena adanya pembiaran dan kurangnya kepedulian lingkungan sekolah. 

Ia mengingatkan, UU Perlindungan Anak melarang segala bentuk kekerasan, baik fisik, mental, maupun seksual, terhadap anak di lingkungan pendidikan.

“Bullying itu bisa fisik, bisa mental, bahkan bisa seksual. Semua itu dilarang. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan bahagia bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia mengajak guru dan alumni untuk bersama-sama mengampanyekan “Sekolah Ramah Anak dan Anti-Bullying”, serta menghargai semua bentuk prestasi siswa, baik akademik maupun non-akademik.

“Anak yang pintar menari, menggambar, atau berakting juga harus diapresiasi. Semua anak harus dimanusiakan dan dihargai,” tuturnya.

Sementara Wakil Kepala Sekolah SMPN 123 Jakarta Utara, Tri Hartini G. Rahayu, turut menyampaikan rasa harunya atas pelaksanaan reuni yang berlangsung hangat dan penuh makna.

“Saya senang sekali hari ini. Para alumni luar biasa, mereka tidak hanya bernostalgia tapi juga berbagi kebahagiaan dengan kegiatan sosial,” ungkap Tri.

Dalam kegiatan ini, alumni juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah dan dana santunan sebesar Rp500 ribu per siswa bagi peserta didik yang membutuhkan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya