Berita

Tangkapan layar survei Celios bertajuk "Pembagian Rapor Kinerja 1 Tahun Prabowo-Gibran", Minggu, 19 Oktober 2025. (Foto: Celios)

Politik

Setahun Prabowo-Gibran

Survei Celios Catat Sentimen Kinerja Polri-TNI Buruk

MINGGU, 19 OKTOBER 2025 | 21:23 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kinerja Polri dan TNI masuk kategori mengkhawatirkan. Dalam survei terbaru Center of Economic and Law Studies (Celios), rata-rata responden menilai kinerja TNI dan Polri tidak memuaskan. 

"Hasil survei menunjukkan sebanyak 28 persen responden memberi nilai 1, dan 22 persen memberi nilai 2. Sehingga, total 50 persen responden menilai kinerja TNI berada dalam kategori sangat buruk," kata peneliti Celios, Muhammad Saleh, Minggu, 19 Oktober 2025.

"Selain itu, 13 persen memberi nilai 3, 14 persen memberi nilai 4, dan 13 persen memberi nilai 5. Ini menunjukkan bahwa sekitar 40 persen responden menilai TNI berada pada kategori buruk hingga cukup," sambungnya.


Sosok yang akrab disapa Mus ini melanjutkan, nilai rata-rata keseluruhan berada pada angka 3, yang berarti kinerja TNI secara umum dinilai buruk oleh kalangan pakar. Tak jauh berbeda, penilaian responden terhadap kinerja Polri terbilang minus, bahkan poinnya tercatat lebih rendah dari penilaian terhadap TNI.

"Mayoritas responden menilai kinerja Polri berada pada kategori sangat buruk hingga buruk. Sebanyak 55 persen responden memberikan nilai 1 dan 23 persen memberi nilai 2, sehingga total 78 persen responden menilai kinerja Polri berada pada tingkat sangat buruk," urainya.

Adapun sebagian kecil responden memberi penilaian di tingkat buruk hingga cukup, yaitu 7 persen memberi nilai 3, 6 persen memberi nilai 4, dan 4 persen memberikan nilai 5. 

"Sementara itu, nilai tinggi hampir tidak muncul, hanya 3 persen memberikan nilai 6. Secara keseluruhan, rata-rata skor kinerja Polri adalah 2 yang mencerminkan persepsi umum dari kalangan pakar bahwa kinerja Polri dinilai sangat rendah," demikian Mus.

Survei yang digelar pada medio 2 hingga 17 Oktober 2025 bertajuk Pembagian Rapor Kinerja 1 Tahun Prabowo-Gibran. Survei ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei nasional untuk menggali bagaimana masyarakat memandang kondisi ekonomi yang mereka alami, serta hubungannya dengan kebijakan pemerintah.

Pengumpulan data dilakukan secara digital melalui iklan berbasis target di Facebook dan Instagram, yang dirancang agar mencerminkan representasi nasional.

Melalui pengaturan fitur iklan pada kedua platform tersebut, penelitian ini dapat menjangkau responden dengan kriteria tertentu seperti lokasi, minat, usia, jenis kelamin, dan isu terkait ekonomi.

Untuk memastikan hasil survei mencerminkan kondisi populasi orang dewasa Indonesia berusia 18 tahun ke atas, teknik pembobotan statistik diterapkan, dengan melibatkan 1.338 responden, dan terdapat 120 jurnalis dari 60 perusahaan pers yang berbeda-beda.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya