Berita

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid. (Foto: YouTube Poltracking)

Politik

Survei Poltracking

Mayoritas Masyarakat Puas terhadap Program MBG

MINGGU, 19 OKTOBER 2025 | 20:41 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang paling bermanfaat dan memuaskan bagi masyarakat Indonesia.

Begitu hasil survei nasional Poltracking Indonesia bertajuk Evaluasi 1 Tahun Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran pada 3-10 Oktober 2025 melibatkan 1.220 responden se-Indonesia.

"Program apa yang paling bermanfaat dari 100 persen responden, 22,7 persen mengatakan yang dianggap paling bermanfaat adalah makan bergizi gratis atau MBG," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, Minggu, 19 Oktober 2025.


Program selanjutnya adalah Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan persentase 13,6 persen, Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebesar 11,3 persen, Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebesar 9,7 persen, dan layanan kesehatan gratis 8,8 persen.

MBG juga merupakan program prioritas yang dianggap paling tepat sasaran, yakni meraih angka 25 persen. Disusul BSU 11,7 persen, KIP 10,9 persen, layanan kesehatan gratis 9,8 persen, dan KIS 9,4 persen.

Poltracking Indonesia selanjutnya menguji pengetahuan responden mengenai program MBG. Sebanyak 89,7 persen masyarakat mengetahui program tersebut, bahkan 69,8 persen di antaranya setuju penyediaan MBG untuk anak-anak dari pemerintah.

"Selanjutnya kita juga menanyakan penerima program makan bergizi gratis, apakah ada anggota keluarga yang sudah menerima atau tidak pernah, 42,3 persen mengatakan ada anggota keluarganya yang menerima program makan bergizi gratis," terang Hanta Yuda.

Poltracking Indonesia kemudian menanyakan tingkat kepuasan terhadap program unggulan Prabowo-Gibran ini. Hasilnya, sebanyak 53,5 persen menyatakan puas, sedangkan yang tidak puas sebesar 37 persen.

"Lalu kita dalami, apakah bisa mengatasi stunting? Ini juga tinggi, 63,3 persen ketimbang yang tidak percaya," pungkas Hanta Yuda.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling melibatkan 1.220 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya