Berita

Menteri Pertahanan Afghanistan Mullah Muhammad Yaqoob (tengah kiri) berjabat tangan dengan Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif (Foto: Kemlu Qatar)

Dunia

Pakistan-Afghanistan Sepakat Gencatan Senjata usai Bentrokan Mematikan

MINGGU, 19 OKTOBER 2025 | 14:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pakistan dan Afghanistan sepakat untuk melakukan gencatan senjata baru setelah lebih dari satu minggu bentrokan mematikan di perbatasan kedua negara. 

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan di Doha, Qatar, pada Minggu, 19 Oktober 2025 yang dimediasi oleh Qatar dan Turki.

“Kedua pihak telah menyetujui untuk menghentikan pertempuran dan bekerja menuju perdamaian serta stabilitas yang berkelanjutan,” ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar, seperti dimuat CNN


Pertempuran terbaru meletus pada 10 Oktober, ketika Afghanistan menuduh Pakistan melakukan serangan udara di wilayah Kabul dan membalas dengan serangan lintas batas.

Pakistan menuding Kabul melindungi kelompok militan Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP), tuduhan yang dibantah oleh Taliban Afghanistan. Bentrokan ini menjadi yang terburuk sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021.

Sebagai bagian dari kesepakatan, pemerintah Taliban menyatakan akan menghentikan dukungan terhadap kelompok yang menyerang Pakistan, dan kedua pihak berkomitmen untuk tidak menargetkan pasukan keamanan, warga sipil, atau infrastruktur penting.

“Langkah ini menunjukkan komitmen kami menjaga martabat tim perunding dan rakyat kami,” kata juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid.

Sebelumnya, kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata selama 48 jam pada Rabu lalu, namun kekerasan terus berlanjut hingga Jumat meskipun ada upaya perpanjangan. 

Delegasi tingkat tinggi Afghanistan yang dipimpin Menteri Pertahanan Mullah Muhammad Yaqoob kemudian berangkat ke Doha untuk melakukan perundingan.

Pemerintah Pakistan membantah tuduhan bahwa mereka menargetkan warga sipil. 

“Semua spekulasi tentang serangan terhadap warga sipil adalah tidak benar dan hanya bertujuan mendukung kelompok teroris di dalam Afghanistan,” ujar Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar melalui platform X. 

Ia menambahkan, pasukan Pakistan menargetkan kamp militan yang terverifikasi dan berhasil menggagalkan beberapa serangan selama masa gencatan senjata.

Di tengah konflik, delapan orang termasuk tiga pemain kriket Afghanistan tewas akibat serangan udara Pakistan di provinsi Paktika.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya