Berita

Tentara Myanmar (Foto:AFP)

Dunia

Junta Myanmar Rebut Kembali Jalur Dagang ke Tiongkok

MINGGU, 19 OKTOBER 2025 | 12:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Militer Myanmar mengumumkan telah merebut kembali kota Hsipaw, yang terletak di jalur perdagangan penting menuju Tiongkok. 

Keberhasilan itu dicapainsetelah operasi selama 16 hari melawan kelompok bersenjata etnis di Negara Bagian Shan bagian utara.

“Pada 16 Oktober, Tatmadaw berhasil merebut kembali Hsipaw sepenuhnya,” ungkap sumber angkatan bersenjata Myanmar seperti dikutip dari surat kabar pemerintah Global New Light of Myanmar, Minggu, 19 Oktober 2025.


Wilayah utara Negara Bagian Shan telah dilanda pertempuran sejak Juni 2024, ketika aliansi kelompok bersenjata etnis kembali melancarkan serangan terhadap militer di sepanjang jalan raya menuju Provinsi Yunnan, Tiongkok. 

Salah satu kelompok utama, Ta’ang National Liberation Army (TNLA), sebelumnya berhasil merebut pangkalan militer terakhir di Hsipaw pada Oktober 2024 setelah pertempuran berhari-hari.

Hsipaw, kota berpenduduk sekitar 20.000 jiwa, berada di jalur perdagangan utama dari Mandalay ke perbatasan Tiongkok. Jalur ini merupakan nadi ekonomi penting, dengan nilai perdagangan mencapai ratusan juta dolar setiap tahunnya.

Menurut laporan media pemerintah, dalam dua minggu menjelang perebutan kembali Hsipaw, terjadi 28 bentrokan dan kontak senjata. Militer juga mengklaim telah menemukan 13 jenazah teroris, merujuk pada anggota TNLA yang menentang junta.

Sementara itu, TNLA menuduh militer melakukan pelanggaran berat terhadap warga sipil.

“Dewan militer melakukan kejahatan perang terhadap warga tidak bersalah, baik dengan pasukan darat, senjata berat, drone, maupun serangan udara,” tulis pernyataan Departemen Informasi TNLA melalui saluran Telegram, seraya menambahkan bahwa 29 orang tewas sejak operasi militer terbaru dimulai.

Sejak kudeta Februari 2021, junta Myanmar menghadapi perlawanan dari berbagai kelompok bersenjata etnis dan pasukan pertahanan rakyat. 

TNLA menjadi salah satu kelompok paling kuat, berhasil menguasai sejumlah wilayah strategis, termasuk beberapa kota penting dan pusat pertambangan batu mulia utama negara tersebut.

Pertempuran juga mengakibatkan kerusakan besar di Kota Kyaukme, titik penting lain di jalur perdagangan Mandalay-Tiongkok, ketika junta merebut kembali wilayah itu pada awal Oktober.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya