Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Politik

Eksistensi Presiden Prabowo Menjadikan Indonesia Semakin Diperhitungkan

SABTU, 18 OKTOBER 2025 | 17:08 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan genap berusia satu tahun pada 20 Oktober 2025.

Berbagai capaian strategis di bidang ekonomi dan diplomasi dinilai telah mengangkat posisi Indonesia sebagai negara yang semakin berpengaruh di panggung global.

Dikatakan Guru Besar Universitas Kristen Indonesia (UKI) Prof. Angel Damayanti, langkah diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo telah membawa dampak positif yang signifikan.


“Diplomasi ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo di awal masa pemerintahannya berdampak positif bagi Indonesia dan berhasil membuahkan investasi senilai sekitar Rp380 triliun,” ujar Prof. Angel kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 18 Oktober 2025.

Angel mengatakan, diplomasi perdamaian yang dijalankan Presiden Prabowo merupakan wujud nyata komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia.

Lebih lanjut, dia menilai bahwa kiprah Presiden Prabowo di forum-forum internasional semakin memperkuat posisi strategis Indonesia.

“Kehadiran dan eksistensi Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB, KTT FAZA, serta berbagai forum internasional lainnya menunjukkan bahwa dunia internasional kini semakin memperhitungkan peran strategis Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak pidato Presiden Prabowo di forum PBB yang dinilai membangkitkan rasa percaya diri nasional.

“Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB menjadi sumber optimisme baru bagi bangsa Indonesia dan mendorong publik untuk menjaga semangat persatuan serta kepercayaan diri nasional,” katanya.

Angel menegaskan bahwa seluruh kebijakan diplomasi yang dijalankan pemerintah perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen bangsa.

“Seluruh capaian diplomasi tersebut menjadi bukti bahwa dalam setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, posisi Indonesia di kancah global semakin kuat, disegani, dan berpengaruh,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya