Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Pasar Saham AS Menguat Usai Pernyataan Trump tentang Tarif Barang China

SABTU, 18 OKTOBER 2025 | 09:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Wall Street menguat  setelah laporan keuangan kuartalan dari bank-bank regional meredakan kekhawatiran terkait risiko kredit. Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait perdagangan dengan China juga mendorong penguatan ini. 

Trump mengatakan bahwa tarif sebesar 100 persen terhadap barang-barang asal Tiongkok yang ia usulkan tidak akan berkelanjutan. Namun, ia menyalahkan Beijing atas kebuntuan terbaru dalam perundingan dagang yang dimulai setelah otoritas Tiongkok memperketat kontrol atas ekspor logam tanah jarang. 

Kinerja positif sejumlah bank besar seperti JPMorgan pada pekan ini turut mengawali musim laporan keuangan kuartal ketiga dengan optimisme. Analis memperkirakan laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 akan naik rata-rata 9,3 persen pada kuartal ketiga, meningkat dari ekspektasi 8,8 persen di awal Oktober, menurut data LSEG I/B/E/S.


Dikutip dari Reuters, S&P 500 naik 0,53 persen dan ditutup pada 6.664 poin pada perdagangan Jumat 17 Oktober 2025. Nasdaq menguat 0,52 persen ke 22.679 poin. Dow Jones Industrial Average naik 0,52 persen ke 46.190 poin.

Saham-saham unggulan Wall Street bergerak bervariasi: Tesla naik 2,5 persen, Apple juga naik 2 persen. Sayangnya, saham Amazon turun 0,7 persen.

Sebanyak sembilan dari sebelas sektor dalam S&P 500 menguat, dipimpin oleh sektor barang konsumsi utama yang naik 1,23 persen. Dalam sepekan, S&P 500 naik 1,7 persen, Nasdaq menguat 2,1 persen, dan Dow Jones bertambah 1,6 persen.

Volume perdagangan di bursa AS relatif ringan, dengan 19,6 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan rata-rata 20,7 miliar saham dalam 20 sesi sebelumnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya