Berita

Gedung Danantara (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Ekspatriat Boleh Jadi Bos agar BUMN Naik Kelas

JUMAT, 17 OKTOBER 2025 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL. Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia membuka pintu bagi warga negara asing (WNA) untuk memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kebijakan revolusioner ini, yang didukung langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, bertujuan untuk meningkatkan kualitas BUMN agar bisa bersaing di kancah global.

Hal tersebut disampaikan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir yang menjelaskan bahwa langkah ini didasarkan pada revisi Undang-Undang BUMN terbaru. Tujuannya sangat jelas: menghadirkan pemimpin BUMN dengan kapasitas dan pengalaman berstandar internasional.

"Keinginan Bapak Presiden adalah menghadirkan pemimpin BUMN yang memiliki kapasitas dan pengalaman berskala internasional," tegas Pandu saat berbicara di Forbes Global CEO Conference di Jakarta, Kamis 16 Oktober 2025.


Menurut Pandu, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul adalah kunci agar BUMN bisa menjadi "pemain" besar di tingkat dunia. Walaupun demikian, Danantara memastikan bahwa prioritas utama tetap pada talenta bangsa sendiri. Ia pun memaparkan urutan prioritas Danantara dalam mencari pemimpin BUMN, yaitu putra-putri bangsa terbaik, diaspora (WNI di luar negeri), dan International people atau ekspatriat/WNA.

Komitmen Danantara untuk mencari talenta terbaik sudah terlihat nyata pada perombakan manajemen di maskapai nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). CEO Danantara Rosan Roeslani  mengonfirmasi bahwa perombakan ini menunjukkan keseriusan penuh dalam menyehatkan Garuda.  Tak hanya menunjuk purnawirawan TNI Glenny Kairupan sebagai Direktur Utama Garuda, Danantara juga mengangkat dua petinggi maskapai asing ke dalam jajaran direksi.

Kedua ekspatriat tersebut adalah mantan eksekutif Singapore Airlines, Balagopal Kunduvara, yang kini menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, serta mantan bos Scandinavian Airlines, Neil Raymond Mills, yang dipercaya sebagai Direktur Transformasi. Rosan menyebut kehadiran keduanya bertujuan memperkuat manajemen Garuda dalam upaya memperbaiki kondisi perusahaan.

Rosan Roeslani menjelaskan bahwa penunjukan direksi asing adalah bagian dari upaya penguatan manajemen secara menyeluruh. Ia berharap, pengalaman internasional yang dibawa oleh Balagopal dan Neil dapat membantu Garuda menyelesaikan masalah struktural yang selama ini membebani dan mempercepat proses pemulihan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya