Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Pasar Eropa Menghijau Usai Prancis Lolos dari Mosi Tidak Percaya

JUMAT, 17 OKTOBER 2025 | 07:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa ditutup menghijau seiring perkembangan politik di Prancis, di mana pemerintah berhasil bertahan dari dua mosi tidak percaya di parlemen. 

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu berhasil mempertahankan jabatannya setelah Partai Sosialis memberikan dukungan di detik-detik akhir terhadap pemerintahan Presiden Emmanuel Macron. Sebagai imbalannya, pemerintah sepakat menangguhkan reformasi pensiun yang sebelumnya menuai kontroversi luas.

Kenaikan saham Nestl 9,3 persen turut mendorong penguatan di pasar saham Eropa secara keseluruhan pada penuutpan perdagangan Kamis 17 Oktober 2025 Waktu setempat.


Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup meningkat 0,69 persen atau 3,89 poin menjadi 571,66, ditopang sektor makanan dan minuman yang mengimbangi pelemahan pada sektor asuransi. Indeks DAX Jerman menguat 0,38 persen atau 90,82 poin ke posisi 24.272,19. Indeks FTSE 100 Inggris naik 0,12 persen atau 11,34 poin menjadi 9.436,09. Sementara CAC 40 Prancis menguat 1,38 persen atau 111,59 poin menjadi 8.188,59.

Perkembangan politik Prancis juga menyeret saham blue-chip Prancis yang melesat 1,4 persen, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun ke level terendah dua bulan. Euro juga menguat terhadap Dolar AS.

Kinerja positif sejumlah perusahaan besar Amerika Serikat dan Eropa pekan ini juga mengangkat sentimen investor, setelah sebelumnya sempat tertekan oleh ketegangan dagang AS-China. Berdasarkan data LSEG IBES, laba perusahaan anggota STOXX 600 pada kuartal III/2025 kini diperkirakan tumbuh 0,5 persen, naik dari proyeksi penurunan 0,2 persen sepekan lalu.

Di antara saham yang mencuri perhatian, produsen peralatan laboratorium asal Jerman Sartorius melesat 7,6 persen, sementara anak usahanya di Prancis, Sartorius Stedim Biotech, meroket 9,6 persen setelah merilis hasil kinerja dan proyeksi yang solid.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya