Berita

Polisi menangkap sembilan tersangka dalam kasus penculikan dan pemerasan bermodus jual beli mobil mewah di Pondok Aren, Tangerang Selatan. (Foto: Tangkapan Layar Video dari Polda Metro Jaya)

Presisi

Ini Kronologi Lengkap Penyekapan dan Penganiayaan di Pondok Aren

JUMAT, 17 OKTOBER 2025 | 03:39 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polisi resmi menetapkan sembilan tersangka dalam kasus penculikan dan pemerasan bermodus jual beli mobil mewah di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Dalam kasus tersebut, ada empat orang yang menjadi korban penyekapan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Ade Ary Syam Indradi menjelaskan bahwa peristiwa bermula di sebuah angkringan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada pada Sabtu malam, 11 Oktober 2025.

Saat itu, korban bersama istrinya dan dua rekan lain, bertemu dengan seorang wanita berinisial NN (52) dengan maksud untuk transaksi jual-beli mobil minibus tahun 2021. Setelah bertemu, korban sempat mentransfer uang muka sebesar Rp49 juta ke rekening NN. 


Suasana pun semakin cair saat mereka memesan makanan. Namun, alih-alih makan bersama, kelompok NN yang sudah berkomplot tiba-tiba datang menyerang merampas ponsel dan tas korban, sambil berteriak “Kooperatif! Kooperatif!”

Dalam keadaan panik, mata korban diikat dengan kain hitam dan dipaksa masuk ke mobil ke arah Tangerang. Ternyata mereka dibawa ke sebuah rumah milik tersangka MA (39). Di sana, empat korban diturunkan, penutup mata dibuka, lalu dimasukkan ke kamar lantai dua. Namun, salah satu korban berhasil melarikan diri pada Minggu pagi, 12 Oktober 2025.

Korban kemudian menuju SPKT Polda Metro Jaya untuk membuat laporan. Laporan korban langsung ditangani Tim Resmob.

"Satu korban berhasil kabur dan melapor, sehingga tiga korban lainnya bisa segera diselamatkan,” kata Ade Ary di Mapolda Metro Jaya pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Ade mengungkapkan, tersangka MAM (41) berperan sebagai koordinator lapangan, perencana, penyiksa, dan penyedia mobil. NN (52) memancing korban lewat modus jual-beli mobil, VS (33) yang menyuruh merekam video penyiksaan dan ikut menganiaya korban.

Selanjutnya HJE (25), S (35), Z (34), dan I bertindak sebagai eksekutor dan penjaga. Sedangkan APN (25) merekam video proses penculikan, serta MA (39) merupakan pemilik rumah.

Sembilan tersangka sudah ditahan dan dijerat Pasal 333 KUHP tentang perampasan kemerdekaan dan Pasal 368 KUHP dengan ancaman pidana sembilan tahun penjara.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya