Berita

Pakar telematika Roy Suryo. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Roy Suryo Cs Bisa Jadi Pahlawan

JUMAT, 17 OKTOBER 2025 | 01:33 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pakar telematika Roy Suryo dkk masih terus mengulik kasus mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang ijazahnya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) diragukan keasliannya.

Pemerhati sosial dan politik Sugiyanto mengatakan, apabila di kemudian hari terbukti bahwa terdapat ketidakabsahan atau rekayasa dokumen ijazah Jokowi, maka perjuangan Roy Suryo cs akan tercatat sebagai pembelaan atas hak publik dan supremasi hukum. 

"Roy Suryo cs bisa jadi pahlawan atas perjuangannya," kata Sugiyanto melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat 17 Oktober 2025.


Sebaliknya, kata Sugiyanto, jika semua dokumen ijaah Jokowi terbukti sah, maka polemik ini tetap menjadi pelajaran penting tentang perlunya keterbukaan informasi dan kesiapan pejabat negara untuk diuji, bukan dilindungi oleh kekuasaan.

Selain Roy Suryo, tokoh-tokoh lain yang terus membongkar kasus ijazah Jokowi adalah pakar forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar, ilmuwan sekaligus pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma Dokter Tifa, politikus senior PDIP Beathor Suryadi, dan Pengamat Kebijakan Publik, Bonatua Silalahi.

Berdasarkan perkembangan terbaru polemik ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo mengaku mendapat salinan ijazah Jokowi melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta pada Senin 13 Oktober 2025. Salinan ijazah Jokowi pertama yang telah dilegalisasi ia terima dari pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi, yang didapatkan dari KPU RI.

Setelah melihat salinan ijazah itu, Roy makin yakin hasil penelitiannya bahwa dokumen tersebut palsu. “Jadi ini akan menjadi bukti sangat kuat bagi kami untuk meneruskan perjuangan kami karena apa yang ada di berkas ini adalah sama atau identik dengan yang sudah kami teliti dan kami berkesimpulan 99,9% ini adalah palsu,” kata Roy kepada wartawan di KPUD DKI.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya