Berita

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani (Foto: Istimewa)

Bisnis

CEO Danantara Spill Syarat WNA jadi Bos di BUMN

KAMIS, 16 OKTOBER 2025 | 21:11 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) berencana untuk merekrut Warga Negara Asing (WNA) untuk memimpin perusahaan BUMN. 

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan, pihaknya tak asal memilih WNA, ada sejumlah syarat dan yang pasti harus melalui telaah dan analisa yang mendalam. 

Nantinya, ekspatriat yang bisa mengisi jabatan dalam manajemen perusahaan negara itu harus merupakan sosok yang memiliki pengetahuan, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan dapat membawa perusahaan BUMN untuk berdaya saing secara global.


"Kita akan analisa, kita juga tidak akan, oh ini perlu ekspat, kita benar-benar analisa bahwa ekspat yang kita bawa ini di BUMN-BUMN itu memang bisa memberikan teratur of teknologi, knowledge dan juga lebih membawa BUMN kita ini dengan standar ke bapak presiden, standar internasional dengan pengalaman yang lebih panjang gitu ya," kata Rosan kepada wartawan di Jakarta, kemarin Rabu 15 Oktober 2025. 

Jika sosok tersebut memiliki standar tata kelola manajerial yang bagus maka akan berdampak positif pada kinerja perusahaan. Dikatakan Rosan, upaya yang dilakukan semata-mata untuk mengurangi atau mereduksi secara total hal-hal kemungkinan ditemukan dalam tubuh BUMN. 

"Ini yang semestinya adalah korupsi atau yang lain-lain itu yang coba akan kita berantas secara total," imbuhnya.

Dimulai oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dimana jajaran direksi telah diisi oleh Warga Negara Asing (WNA) lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) kemarin, Rabu 15 Oktober 2025. 

GIAA sepakat mengangkat dua direksi baru yang merupakan warga negara asing, antara lain Balagopal Kunduvara dan Neil Raymond Mills.

CEO Danantara Rosan P Roeslani mengungkapkan pengangkatan dua warga negara asing sebagai direktur Garuda dilakukan untuk memperkuat manajemen perusahaan.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya