Berita

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Foto: Dok. Kemenko Pangan)

Politik

Survei: Zulkifli Hasan Menko Berkinerja Terbaik

KAMIS, 16 OKTOBER 2025 | 18:25 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menjadi Menko dengan kinerja paling memuaskan di Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam survei Strategic and Political Insight Network (SPIN) edisi Oktober 2025 terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Menko, Zulhas menempati posisi teratas dengan tingkat kepuasan 24,4 persen.

Posisi kedua ditempati Menko Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan tingkat kepuasan 22,6 persen. Disusul Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar sebesar 21,2 persen.


"Tingkat kepuasan ini sejalan dengan banyaknya tugas dan peran yang didelegasikan kepada Menko Pangan dari Presiden Prabowo,” kata Direktur Eksekutif SPIN, Mawardin Sidik dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025.

Di samping itu, Zulhas yang juga Ketum PAN ini dinilai berhasil menjalankan tugas dari presiden terkait menjaga stabilitas pangan nasional sepanjang tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. 

“Ia mampu mengoordinasikan kebijakan lintas kementerian dengan baik dan menjaga stabilitas pangan tetap terkendali,” lanjutnya.

SPIN mencatat, isu pangan menjadi salah satu perhatian utama publik selama satu tahun terakhir.

Kinerja Zulhas dinilai paling konkret dan dirasakan langsung masyarakat, terutama optimalisasi program presiden terkait kebijakan ketahanan pangan dan ekonomi desa, cadangan pangan yang stabil bahkan tertinggi sepanjang sejarah, hingga percepatan program cetak sawah baru untuk memastikan produksi pangan tetap terjaga.

Selain tiga besar tersebut, posisi berikutnya diisi Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra dengan tingkat kepuasan 9,9 persen. Disusul Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 7,2 persen, Menko PMK Pratikno 2,0 persen, dan Menko Polkam Djamari Chaniago 1,1 persen. Sementara 11,7 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei ini digelar pada 1-9 Oktober 2025 melibatkan 1.600 responden di 38 provinsi dengan metode multistage random sampling. Adapun margin of error survei ini kurang lebih 2,45 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya