Berita

Ratusan santri mendatangi Polda Lampung. (Foto: RMOLLampung/Kusmawati)

Nusantara

Ratusan Santri Datangi Polda Lampung Gegara Tayangan Trans7

KAMIS, 16 OKTOBER 2025 | 04:01 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ratusan santri bersama para kiai dan pengurus pondok pesantren di Lampung mendatangi Markas Polda Lampung, untuk meminta aparat kepolisian mengusut tuntas tayangan program Xpose Uncensored Trans7 yang dinilai mengandung ujaran kebencian terhadap kalangan pesantren.

Dikutip dari RMOLLampung, kedatangan para santri tersebut diterima langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika di Gedung GSG Presisi Polda Lampung.

Tayangan Xpose Uncensored yang disiarkan pada Senin 13 Oktober 2025 menyoroti kegiatan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, serta menyinggung sosok KH Anwar Manshur. Segmen itu memunculkan gelombang kecaman dari masyarakat, terutama komunitas santri, karena dianggap merendahkan martabat pesantren dan para kiai.


Kalimat narasi dalam tayangan seperti “Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan pondok?” serta “Ketemu kiai-nya masih ngesot dan cium tangan. Dan ternyata yang ngesot itulah yang ngasih amplop.” dinilai provokatif dan melecehkan tradisi pesantren.

Aksi protes yang berlangsung damai ini juga turut menyuarakan tagar #BoikotTRANS7 sebagai bentuk kekecewaan terhadap tayangan tersebut.

Para santri mendesak aparat kepolisian untuk menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas produksi dan penyiaran tayangan yang dianggap bermuatan ujaran kebencian itu, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.  

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya