Berita

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Adib. (Foto: Dokumentasi Kemenag)

Nusantara

Kemenag DKI Percepat Sertifikasi 2 Ribu Objek Tanah Wakaf

RABU, 15 OKTOBER 2025 | 23:30 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi DKI Jakarta mempercepat pelaksanaan program prioritas untuk menghadirkan layanan keagamaan yang lebih cepat, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Salah satunya Kemenag DKI menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mempercepat sertifikasi 2.000 lebih objek tanah wakaf di Jakarta. 

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Adib mengatakan, langkah ini diharapkan memberi kepastian hukum, mencegah sengketa, dan membuka peluang pemanfaatan produktif untuk kesejahteraan umat.


“Kami ingin menjadikan Kemenag DKI contoh lembaga keagamaan modern yang melayani masyarakat secara inklusif, cepat, dan transparan,” kata Adib dalam acara gathering media bertajuk Cerita Baik untuk Media di Jakarta, Rabu 15 Oktober 2025.

Selain itu, transformasi digital juga digencarkan melalui peluncuran platform SIMKAH dan SIMAS yang memudahkan masyarakat mengakses layanan keagamaan secara cepat dan efisien.

Di level akar rumput, revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) terus dilakukan. KUA kini tak lagi sekadar tempat pencatatan pernikahan, tetapi dikembangkan menjadi pusat konsultasi dan pembinaan keagamaan yang lebih komprehensif. 

Upaya pemberdayaan juga menyasar pesantren dan madrasah, dengan dorongan peningkatan mutu pendidikan dan kemandirian ekonomi lembaga keagamaan.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya