Berita

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid. (Foto: Istimewa)

Politik

Gerakan Nurani Kebangsaan:

Tolak Politik Dinasti di Bengkalis

RABU, 15 OKTOBER 2025 | 23:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menyoroti fenomena dinasti politik di Kabupaten Bengkalis, Riau. Mulai dari jabatan Bupati, pimpinan DPRD Bengkalis hingga pimpinan parpol diduduki satu keluarga.

Ulama asal Malang Raya tersebut meminta Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri tidak menunjuk satu keluarga menduduki kursi eksekutif dan legislatif di suatu wilayah. Politik dinasti di daerah sangat rawan terjadinya penyalahgunaan wewenang untuk melakukan tindak pidana korupsi.

“Kami minta Ibu Megawati sebagai Ketua Umum PDIP tidak menunjuk pimpinan DPRD menjadi ketua DPC PDIP Bengkalis,” kata Habib Syakur dalam keterangannya, Rabu 15 Oktober 2025 


Habib Syakur mengingatkan mimpi buruk demokrasi telah terjadi di Kabupaten Bengkalis dimana suasana pemerintahan eksekutif dan legislatif hingga partai politik dipenuhi dengan nuansa kekeluargaan.

“Mulai dari Bupati dan pimpinan DPRD dan parpol diisi oleh para anggota keluarga, istri, anak, paman, dan saudara,” kata Habib Syakur.

Menurutnya mimpi buruk demokrasi dari politik dinasti keluarga nyata terjadi dimana anak ke dua dari Bupati Bengkalis telah ditetapkan sebagai ketua DPD Partai Nasdem Bengkalis dan adik dari Bupati Bengkalis saat ini sebagai anggota DPRD Bengkalis dari Partai Demokrat sebentar lagi juga akan menjadi Ketua DPC Demokrat Bengkalis.

“Bisa dibayangkan uang rakyat dalam APBD Kabupaten Bengkalis yang jumlahnya triliunan setiap tahunnya dikelola oleh keluarga, tentunya ini menjadi keprihatinan masyarakat Bengkalis,” pungkas Habib Syakur.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

13 Langkah Komprehensif Kuatkan Rupiah

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:11

Dua Guru Magelang Didakwa Korupsi Modus Pungli Peserta PPG

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:00

Bukan Dapur Asal Ngebul

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:26

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

Putusan MK soal Keterwakilan Kuota Perempuan Berikan Keadilan Gender

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:14

Syafrin Liputo Dituntut Bawa Jaksel Lebih Maju, Inklusif, dan Sejahtera

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:01

2.081 Polisi Kawal Ketat Piala AFF U-19 2026

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:22

Korban Kebakaran Kemayoran

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:19

Multipolaritas Harus Jadi Jalan Kerja Sama, Bukan Konfrontasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:09

KDM Sikat PKL Usai 30 Tahun Berkuasa di Bandung

Rabu, 03 Juni 2026 | 03:45

Selengkapnya