Berita

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Bisnis

Pengamat Anggap Wajar Bobby Keluhkan Dampak Pembelian Emas

RABU, 15 OKTOBER 2025 | 15:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution yang mengeluhkan kenaikan harga emas sebagai salah satu penyebab inflasi merupakan hal yang wajar.

Menurut pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi, lonjakan harga emas memang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan laju inflasi. Ia menjelaskan, dalam situasi ekonomi global yang tidak stabil, masyarakat cenderung mengalihkan uangnya ke aset aman seperti emas.

“Kalau harga emas itu pasti ya, larinya ke inflasi tinggi. Harga emas di atas inflasi. Nah, kenapa Gubernur Sumut Bobby marah? Pada saat orang semua melakukan pembelian terhadap perhiasan, daya beli masyarakat berkurang. Inflasi itu kan akibat dari banyaknya masyarakat membeli emas, bukan mereka membelanjakan uangnya,” ujar Ibrahim kepada RMOL di Jakarta, Rabu, 15 Oktober 2025. 


Ia mengatakan, perilaku masyarakat saat ini sudah lebih cerdas dan melek informasi. Dengan akses luas terhadap edukasi keuangan melalui internet dan televisi, banyak warga memilih berinvestasi emas dibanding menabung di bank.

Menurutnya, masyarakat sekarang sudah pintar. Mereka tahu emas adalah cara untuk menjaga nilai uang. Bahkan di Pegadaian atau Antam, logam mulia sering habis karena banyak diborong. 

“Ngantre cuma setengah jam udah habis, kan. Kenapa? Ya karena mereka tahu, kalau uang saya nggak saya beliin logam mulia, ya uang saya akan habis. Terus anak-anak saya mau dikasih makan apa?” tuturnya. 

Menurut Ibrahim, tren pembelian emas secara besar-besaran menyebabkan sirkulasi uang di sektor konsumsi menurun. Dampaknya, pasar tradisional dan pusat perbelanjaan menjadi sepi, karena masyarakat lebih fokus menimbun emas ketimbang berbelanja kebutuhan sehari-hari.

“Ciri-ciri masyarakat memborong emas: harga emas naik, berarti ekonominya gak baik-baik saja. Kalau ekonominya gak baik-baik saja, apa penyebabnya? Penyebabnya masalah perang dagang, perpolitikan di Amerika, geopolitik. Ya ini kemudian supply dan demand, permintaannya tinggi, barangnya sedikit. Ini yang membuat apa? Membuat harga emas terlalu melonjak tinggi,” jelasnya.

Atas dasar itu, Ibrahim pun memahami reaksi Bobby Nasution yang menyoroti kondisi tersebut. Menurutnya, secara ekonomi, lonjakan pembelian emas dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah.

“(Pernyataan Gubernur Sumut ini) beralasan. Dengan orang beli emas itu kan jadi inflasi, daya beli emas rakyat berkurang. Ini kan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga kemungkinan melambat,” demikian Ibrahim.


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya