Berita

Anggota Bawaslu RI Puadi bersama civitas akademika UNAS dalam kegiatan Literasi Data untuk Pengawasan Pemilu bertajuk "Sinergi Universitas dan Pengawas Pemilu Melalui Literasi Data", di Menara UNAS, Jakarta Selatan, Selasa, 15 Oktober 2025. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Bawaslu Gandeng UNAS Perkuat Literasi Data Pengawasan Pemilu

RABU, 15 OKTOBER 2025 | 13:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengandung Universitas Nasional (UNAS), dalam rangka memperkuat literasi data pengawasan pemilihan umum (pemilu). Hal tersebut diimplementasikan dalam Kegiatan Literasi Data untuk Pengawasan Pemilu bertajuk "Sinergi Universitas dan Pengawas Pemilu Melalui Literasi Data", yang digelar di Menara UNAS, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa, 15 Oktober 2025.

Anggota Bawaslu RI, Puadi dalam pembukaan acara menjelaskan bahwa  pemilu adalah arena perbutaan kekuasaan politik yang sarat dengan kepentingan, sehingga diperlukan peran pengawasan yang kolaboratif.

"Bawaslu tidak hanya bertugas menemukan pelanggaran atau penyelesaian sengketa, .elainkan juga bagaimana mengawal agar proses demokrasi ini, kompetisi politik ini berlangsung dengan adil," ujar Puadi.


Namun, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu RI itu menuturkan, prinsip transparan dan berintegritas juga menjadi satu hal yang diperhatikan oleh Bawaslu RI. Karenanya, pengawasan pemilu tidak bisa berdiri di ruang hampa.

"Dia selalu berada di tengah interaksi kepentingan antara aktor, KPU dengan kewenangan teknisnya, partai politik dengan orientasi menang, kemudian juga kandidat dengan modal politiknya  dan Pemerintah dengan birokrasi, saling berkesinambungan. Hingga masyarakat sipil dan media dengan agenda kontropublik," urainya.

Oleh karena itu, Puadi menegaskan bahwa posisi Bawaslu dalam kontestasi pemilu memerlukan partisipasi publik. Namun hal itu dapat dilakukan dengan memperkuat literasi di kalangan masyarakat termasuk civitas akademika.

"Semuanya ini saling berinteraksi dalam ruang yang sama. Sehingga Bawaslu berada di persimpangan, menjadi wasit, sebagai pengawas bahkan juga sebagai mediator," demikian Puadi menambahkan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya