Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Dunia

Politisi Rusia Kaitkan Hallowen dengan Satanisme

RABU, 15 OKTOBER 2025 | 13:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang anggota parlemen di Wilayah Bryansk, Rusia, Mikhail Ivanov, meminta warga agar tidak merayakan Halloween. Ia menilai perayaan itu berkaitan dengan Satanisme dan tidak sesuai dengan nilai budaya serta spiritual Rusia.

Dalam wawancara dengan Gazeta.ru, Ivanov yang juga memimpin organisasi “Rusia Ortodoks” menyebut Halloween sebagai hari raya Barat yang “asing dan dipaksakan” kepada masyarakat Rusia. Menurutnya, simbol dan tradisi dalam Halloween berkaitan dengan roh jahat dan kegelapan serta berdampak buruk bagi generasi muda.

“Perayaan tersebut merusak nilai-nilai tradisional Rusia, mempromosikan okultisme, dan bertentangan dengan nilai-nilai moral fundamental yang telah menjadi dasar negara kita selama berabad-abad,” ujar Ivanov, dikutip dari RT, Selasa, 14 Oktober 2025.


Ia juga menyerukan agar promosi Halloween diperlakukan sama dengan penyebaran ajaran Setanisme. Menurut Ivanov, organisasinya berupaya mendorong aturan hukum untuk membatasi penyebaran ideologi asing yang dibungkus sebagai hiburan. Ia pun  mengimbau masyarakat agar lebih menghormati hari libur nasional, pahlawan, dan sejarah Rusia, ketimbang mengikuti tradisi Barat seperti Halloween.

Halloween sendiri berasal dari festival Celtic kuno bernama Samhain yang menandai akhir masa panen. Gereja Katolik kemudian menjadikannya sebagai All Hallows’ Eve -- malam sebelum Hari Raya Semua Orang Kudus -- yang kini berkembang menjadi perayaan dengan kostum, lentera, dan tradisi trick-or-treat.

Usulan Ivanov muncul di tengah kekhawatiran para pemimpin agama Rusia terhadap meningkatnya praktik ilmu gaib di negara itu.  Awal tahun ini, Imam Besar Gereja Ortodoks Rusia, Andrey Tkachev, menyebut bahwa tanah Rusia saat ini penuh dengan penyihir dan bahwa kekejian ini perlu disucikan. 

Menurut laporan surat kabar MK, pengeluaran masyarakat Rusia untuk layanan esoterik, seperti ramalan dan penyembuhan spiritual, mencapai 2,4 triliun Rubel pada 2024.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya