Berita

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

GREAT Institute:

Prabowo Makin Berperan dalam Perdamaian Dunia

SELASA, 14 OKTOBER 2025 | 23:16 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di KTT Perdamaian Gaza di Kota Sharm El-Sheikh, Mesir pada Senin 13 Oktober 2025 merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap kredibilitas diplomasi Indonesia. 

Demikian dikatakan Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Dr. Syahganda Nainggolan melalui keterangan elektronik di Jakarta, Selasa 14 Oktober 2025.

Syahganda menilai kehadiran Prabowo dalam KTT Gaza  membuktikan pengakuan dunia terhadap posisi Indonesia yang kian diakui sebagai bridge of peace atau perantara perdamaian di tengah konflik global. 


“Keterlibatan Prabowo di KTT Gaza menunjukkan bahwa kepemimpinan Indonesia tidak lagi bersifat simbolik. Dunia mulai melihat Indonesia sebagai mediator dengan kapasitas yang nyata,” kata Syahganda.

Menurut Syahganda, posisi Indonesia yang tampak di hadapan pemimpin dunia mempertegas komitmen kemanusiaan dan diplomasi Jakarta dalam menangani krisis regional. 

“Kami sangat mengapresiasi karena Presiden Prabowo serius mengupayakan pembebasan Palestina,” kata Syahganda. 

Tak hanya itu, perhatian global turut mengarah pada pujian terbuka dari Presiden AS Donald Trump terhadap Prabowo setelah pertemuan tersebut. Bagi Syahganda, hal ini mencerminkan pengakuan terhadap peran Indonesia dalam arsitektur perdamaian dunia. 

“Pernyataan Trump itu bukan hal kecil. Itu memperlihatkan bahwa komunikasi Prabowo melampaui batas protokol diplomatik formal,” kata Syahganda.

Di sisi lain, kata Syahganda, interaksi langsung antara Prabowo dan Trump pasca konperensi pers menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia memiliki jalur komunikasi strategis yang tak banyak dimiliki negara berkembang lainnya. 

"Buktinya dialog singkat Prabowo dan Trump sempat terekam dan menjadi bahan pemberitaan nasional dan internasional," pungkas Syahganda.

Dalam KTT Perdamaian Gaza tersebut turut dihadiri  Presiden Perancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdo?an.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya