Berita

Ilustrasi

Publika

Ironi Penggiringan Opini Sudutkan Polri

SENIN, 13 OKTOBER 2025 | 15:29 WIB

MESKIPUN tugas dan fungsi dasarnya serupa di seluruh dunia, terminologi, struktur organisasi, serta pangkat polisi dapat sangat bervariasi antar negara. 

Namun, prinsip dasar menjaga ketertiban dan melindungi warga tetap menjadi inti dari peran kepolisian secara global.

Di Indonesia polri berada di bawah langsung Presiden. Hemat saya, desain struktur ini didasarkan pada fakta  pluralitas Indonesia dan kondisi geografis. Desain ini pula yang membuat Polri berhasil mengamankan sejumlah uang negara dan ratusan juta rakyat Indonesia dari berbagai ancaman. 


Dari fakta inilah Polri berada di bawah langsung Presiden. Sejak transformasi pada 1 Juli 1946 Polri berhasil menorehkan sejumlah prestasi gemilang untuk negara dan rakyat. 

Tugas dan tanggungjawab Polri pada presiden begitu besar, mengingat tantangan yang dihadapi cukup beragam dan kompleks di tengah kehidupan masyarakat plural. Dari Sabang sampai Merauke.

Peristiwa Agustus 2025 kembali menyudutkan Polri. Pasalnya, Polri dipandang telah melakukan kesalahan fatal dalam pengamanan aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan hingga memicu korban jiwa dari pengemudi ojek online. 

Peristiwa ini dideklarasikan sebagai kesalahan krusial Polri dalam melakukan pengamanan massa unjuk rasa. Hingga akhirnya Polri di kambing hitamkan. 

Bahkan tidak sekedar deklarasi kesalahan Polri tapi menuntut agar institusi kepolisian di reformasi. Tuntutan ini bagi saya tidak berdiri sendiri namun berdiri tegak di sejumlah motif. Berbagai tuntutan yang menyudutkan secara tidak adil. 

Sebagai institusi yang bertanggung jawab terhadap keamanan hajat masyarakat Polri selalu menjadi target hinaan dan makian. Keadaan ini memang terasa sangat menyakitkan. Bahkan seringkali ada penggiringan opini negatif yang menyudutkan.

Hampir kita lupa, bahwa ada sejumlah kasus besar berhasil di ungkap oleh Polri. Sepanjang tahun ratusan miliar uang korupsi di selamatkan. Puluhan ribu kasus telah ditangani dengan tegas dan terang. Perdetik ini Polri telah berhasil menyelamatkan uang negara cukup signifikan dengan jumlah triliunan. 

Andai tidak ada Polri, mungkin aparat hukum lain kewalahan hadapi sejumlah kasus korupsi yang merugikan rakyat dan negara yang terjadi setiap tahun. 

Andai tidak ada Polri, mungkin kasus kejahatan narkoba akan menghancurkan seluruh generasi masa depan Indonesia. Ada sekitar puluhan ribu kasus narkoba menghantam anak bangsa. Ada ratusan miliar uang telah diselamatkan. 

Andai tidak ada Polri, mungkin kasus-kasus judol akan membawa anak Indonesia di ambang kehancuran.  Ada ratusan triliunan uang di selamatkan. 

Berbagai macam kasus dan kriminal ini, tanpa Polri akan sulit bangsa ini menjadi bangsa maju. Semua ini bisa diatasi dan dikurangi karena ada penindakan hukum dari Polri yang berada di bawah langsung Presiden. 

Andai tidak ada Polri, mungkin tidak ada investor yang minat ke Indonesia karena stabilitas nasional tidak stabil. Semua itu, karena ada Polri yang melakukan penindakan hukum secara tegas sebagai upaya memastikan stabilitas nasional terjaga. 

Kita bayangkan, andai sejumlah aksi demonstrasi tidak dapat dikendalikan akibat dari provokasi dan adu domba dan stabilitas nasional terganggu, investor mana yang minat simpan uang di Indonesia? 

Ironisnya, bagi sebagian kecil menganggap Polri adalah institusi yang buruk di seluruh dunia. Semua kebaikan dan kontribusi positif Polri seperti hilang ditelan bumi hanya karena ada satu peristiwa yang di lakukan oleh oknum Polri.

Haris Pertama
Ketua Umum DPP KNPI

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.309 Triliun pada Kuartal IV-2025, Naik Rp69 Triliun

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:12

Perdamaian Masih Impian

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:06

Ini Penjelasan DPR Soal Kembalinya Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:54

Bahlil Dorong Kemandirian Energi Lewat Revitalisasi Sumur Tua

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:50

DPR Tegaskan Tak Ada Usulan Revisi UU KPK yang Diklaim Jokowi

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:43

Prabowo Yakinkan Pebisnis AS, RI Kompetitif dan Terbuka untuk Investasi

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:40

Meski Sahroni Kembali, Satu Kursi Pimpinan Komisi III DPR Masih Kosong

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:32

Kolaborasi Indonesia-Arab Saudi: Misi Besar Menyukseskan Haji 2026

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:27

Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU Rp649 Trilun di Forum Bisnis US-ABC

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:18

Paripurna DPR Setujui Kesimpulan Komisi III soal Pemilihan Hakim Konstitusi Adies Kadir

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:16

Selengkapnya