Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping. (Foto: AP)

Bisnis

Ekonom Wanti-wanti Perang Dagang AS-China Berlangsung Lama

SENIN, 13 OKTOBER 2025 | 14:21 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perang dagang baru antara Amerika Serikat (AS) dan China diperkirakan akan berlangsung lama. 

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai konflik antar kedua negara adidaya ini tidak semata berkaitan dengan tarif impor, melainkan perebutan dominasi global antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.

“Akan berlangsung lama, dagang hanya sebagai moda saja. Yang terjadi sesungguhnya adalah perang antara hegemon dunia saat ini (AS) dengan calon hegemon baru (China). AS, siapa pun presidennya, pasti ingin mempertahankan posisi sebagai superpower tunggal,” katanya ketika dihubungi RMOL di Jakarta  pada Senin, 13 Oktober 2025.


Menurut Wijayanto, perang dagang ini berpotensi mengguncang stabilitas keuangan global, termasuk di sektor keuangan digital. Meski dampak langsung terhadap perekonomian nasional belum terlalu besar, Indonesia tetap perlu mewaspadai dampak lanjutan dari ketegangan tersebut.

“Dampak ke ekonomi RI tidak terlalu signifikan, tetapi kita perlu mengantisipasi membanjirnya produk China ke Indonesia, baik legal maupun ilegal,” tuturnya.

Ketegangan terbaru antara Beijing dan Washington meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan memberlakukan tarif tambahan hingga 100 persen terhadap produk impor asal China mulai awal November. Kebijakan itu menjadi respons atas pembatasan ekspor mineral tanah jarang dan teknologi penting yang diterapkan pemerintah China, yang selama ini menjadi bahan baku utama industri produk berteknologi tinggi global.

Trump bahkan menuduh Beijing “sangat bermusuhan” dan menjadikan AS serta dunia sebagai “sandera” melalui kebijakan pembatasan ekspor secara mendadak.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya