Berita

Pembersihan bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. (Foto: Humas BNPB)

Politik

Legislator PAN Setuju Pembangunan Ponpes Al Khoziny Pakai APBN Pendidikan, Tapi….

SENIN, 13 OKTOBER 2025 | 12:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rencana penggunaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di sektor pendidikan untuk membangun kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny yang ambruk, menuai reaksi beragam dari berbagai kalangan masyarakat. 

Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menyambut baik rencana tersebut. Sebab, Ponpes juga merupakan lembaga pendidikan. Namun demikian, Eddy menyebut bahwa besaran anggarannya harus dihitung secara matang. 

“Saya kira besar anggaran tentu adalah merupakan hal yang perlu kita bahas secara lebih detail, tetapi bahwa adanya politik anggaran untuk dialokasikan dalam rangka pendidikan termasuk dalam ponpes, kami setuju sekali,” kata Eddy kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 13 Oktober 2025.


Menurut Wakil Ketua MPR RI Fraksi PAN ini, penyebab ambruknya Ponpes Al Khoziny memang perlu dikaji secara komprehensif melibatkan stakeholder terkait. Tujuannya, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. 

“Sehingga kemudian ke depannya anggaran yang akan dipergunakan untuk pembangunan ponpes dimanapun di seluruh Indonesia tentu bisa kemudian dipertanggungjawabkan dengan tingkat akutabilitas yang tinggi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan akan membangun ulang gedung Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, menggunakan duit APBN. Ia menjelaskan, meski anggaran pembangunan lembaga keagamaan berada di bawah Kementerian Agama, namun karena insiden ini bersifat darurat nasional, Kementerian PU akan turun tangan langsung.

“Cuma kan ini kondisi darurat, yang di Sidoarjo pasti kita yang masuk,” kata Dody di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa 7 Oktober 2025.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya