Berita

Tentara AS (Foto: Reuters)

Global

Pasukan AS Tiba di Israel untuk Awasi Gencatan Senjata Gaza

MINGGU, 12 OKTOBER 2025 | 13:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pasukan militer Amerika Serikat mulai tiba di Israel pada Sabtu, 11 Oktober 2025 waktu setempat untuk ikut serta dalam misi pemantauan pelaksanaan gencatan senjata di Jalur Gaza. 

Dua pejabat AS mengatakan bahwa sekitar 200 tentara akan ditempatkan di Israel untuk membentuk pusat koordinasi yang bertugas mengawasi pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata di Gaza, termasuk dalam bidang transportasi, perencanaan, logistik, keamanan, dan teknik.

Mengutip laporan Anadolu News, Minggu, 12 Oktober 2025, pasukan AS tidak akan masuk ke wilayah Jalur Gaza. 


Mereka akan bekerja dari Israel di bawah komando Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Bradley Cooper. Juga berkoordinasi dengan berbagai unit dan kontingen dari negara-negara kawasan.

Kehadiran pasukan AS terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menyepakati fase pertama dari rencana perdamaian 20 poin yang ia ajukan pada 29 September. 

Fase pertama mencakup gencatan senjata, pembebasan seluruh sandera Israel dengan imbalan sekitar 2.000 tahanan Palestina, serta penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza.

Fase kedua dari rencana tersebut mencakup pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza tanpa keikutsertaan Hamas. 

Nantinya akan dibentuk pasukan keamanan gabungan yang terdiri dari warga Palestina serta tentara dari negara-negara Arab dan Islam, dan disertai proses pelucutan senjata Hamas.

Sejak Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan hampir 67.200 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Serangan tersebut juga membuat wilayah Gaza tidak layak huni, sehingga tekanan internasional untuk menghentikan kekerasan semakin kuat.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya