Berita

Eggi Sudjana. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Eggi Sudjana:

Kembali ke UUD 1945 Naskah Asli Perlu Basis Ilmiah Komprehensif

MINGGU, 12 OKTOBER 2025 | 05:21 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kembali ke UUD 1945 naskah asli menjadi satu-satunya jalan untuk meneguhkan Pancasila sebagai fondasi pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu disampaikan aktivis senior Eggi Sudjana di sela-sela dialog kebangsaan yang digelar di Gedung Garuda Gelora Bung Karno, Bumi Jaya, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur pada Sabtu, 11 Oktober 2025 

“Ya itu (kembali ke UUD 1945) satu perjuangan,” tegas Eggi.


Lanjut dia, dalam upaya mengembalikan UUD 1945 asli perlu langkah komprehensif. 

“Langkah yang utama adalah persepsi kita, kesadaran kita, pentaatan kita. Pemahaman kepada UUD 45 dan Pancasila itu harus utuh. Utuh itu dalam arti lima hal. Satu filosofis, dua historis, tiga sosiologis, empat psikologis, lima yuridis. Lima elemen hukum ini, nilai-nilai yang menjadi basis ilmiah, harus menyatu komprehensif. Itulah menjadi satu cerita Indonesia,” bebernya.
 
Masih kata Eggi, jalan untuk mengembalikan UUD 1945 ada di tangan presiden melalui dekrit. Kemudian bisa juga melalui proses di MPR dengan catatan seluruh anggotanya memahami basis ilmiah yang telah diurainya.

“Itu kesadaran masing-masing pakai konsep tahu diri dan tahu batas. Tapi banyak orang (DPR/MPR) tidak tahu diri, tidak tahu batas. Udah jadi DPR, masih korupsi, jadi menteri (juga) korupsi,” tandasnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya