Berita

Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025. (Foto: Istimewa)

Politik

Wisata Musik Didorong Jadi Daya Tarik Utama Pariwisata Indonesia.

SABTU, 11 OKTOBER 2025 | 18:31 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 di hari ketiga menghadirkan dialog yang dibagi menjadi beberapa sesi paralel yang membahas ekosistem musik dari lokal hingga global, dari panggung hingga platform digital, dan keberlanjutannya. 

Pembahasan mengenai pariwisata dan industri kreatif dibalut dalam tajuk “Sound of Tourism and Creativity: Nada, Nusa, dan Wisata” dengan pembicara utama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. 

Dimoderatori oleh Ryo Wicaksono, ruang diskusi ini turut dihadiri oleh Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata, Reza Pahlevi; Group Advisor, Creative and Tourism Programs InJourney, Ishak Reza; Sekjen Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran; Musisi Keroncong, Endah Laras; dan penggagas Dieng Culture Festival, Budhi Hermanto.


Ni Luh Puspa menegaskan pentingnya strategi kolaboratif dalam mengembangkan wisata musik sebagai salah satu daya tarik utama pariwisata Indonesia.

Tren baru di dunia pariwisata, yakni gig tripping atau perjalanan wisata khusus untuk menghadiri konser dan festival musik, menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai destinasi wisata kreatif kelas dunia.

Festival musik seperti Java Jazz, Prambanan Jazz, Synchronize Festival, hingga Hammersonic telah membuktikan kemampuan Indonesia menyelenggarakan acara berkelas dunia. 

“Dari dua event besar seperti Hammersonic dan Java Jazz saja, dampak ekonominya berkontribusi nyata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja," kata Ni Luh Puspa melalui siaran pers, dikutip Sabtu 10 Oktober 2025.

Group Advisor, Creative and Tourism Programs InJourney, Ishaq Reza, juga memaparkan strategi bagaimana mengembangkan wisata musik melalui berbagai inisiatif seperti Borobudur Festival, Golo Mori Jazz, dan program Event by Indonesia, di mana musik dan seni menjadi bagian dari strategi memperkaya pengalaman wisata dan memperkuat identitas budaya Indonesia. 

“Seluruh upaya ini berpijak pada semangat collaborative tourism, yaitu kerja sama lintas sektor antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas kreatif untuk meningkatkan nilai dan daya tarik destinasi Indonesia di mata dunia,” kata Ishaq.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

13 Langkah Komprehensif Kuatkan Rupiah

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:11

Dua Guru Magelang Didakwa Korupsi Modus Pungli Peserta PPG

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:00

Bukan Dapur Asal Ngebul

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:26

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

Putusan MK soal Keterwakilan Kuota Perempuan Berikan Keadilan Gender

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:14

Syafrin Liputo Dituntut Bawa Jaksel Lebih Maju, Inklusif, dan Sejahtera

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:01

2.081 Polisi Kawal Ketat Piala AFF U-19 2026

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:22

Korban Kebakaran Kemayoran

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:19

Multipolaritas Harus Jadi Jalan Kerja Sama, Bukan Konfrontasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:09

KDM Sikat PKL Usai 30 Tahun Berkuasa di Bandung

Rabu, 03 Juni 2026 | 03:45

Selengkapnya