Berita

Ilustrasi (Foto: Akun X @NobelPrize)

Dunia

Siapa Machado, Peraih Nobel Perdamaian 2025?

SABTU, 11 OKTOBER 2025 | 07:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Komite Nobel Norwegia akhirnya memilih Maria Corina Machado, tokoh oposisi Venezuela yang selama ini hidup dalam persembunyian karena menentang rezim Presiden Nicolas Maduro sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2025.

“Ya Tuhan, saya tak bisa berkata-kata. Ini adalah sebuah gerakan, ini adalah pencapaian seluruh masyarakat,” ujar Machado kepada CNN, Sabtu 11 Oktober 2025.

Machado lahir di Caracas pada 1967 dan merupakan seorang insinyur industri sebelum terjun ke dunia politik. Ia dikenal sebagai pendiri Sumate, organisasi sukarelawan yang memperjuangkan hak politik dan memantau pemilu di Venezuela sejak 2002.


Pada pemilu 2024, Machado berupaya maju menantang Maduro, tetapi pemerintah menggagalkan pencalonannya. Meski begitu, ia tetap memimpin gerakan rakyat dan mendukung kandidat oposisi Edmundo Gonzalez Urrutia. Menurut Machado, González sebenarnya menang telak, namun hasil pemilu dimanipulasi pemerintah. Komite Nobel memuji upayanya mendokumentasikan bukti kemenangan oposisi sebelum “rezim sempat menghancurkan atau memalsukan hasil.”

Setelah pemilu, pemerintah Maduro menindak keras oposisi. Human Rights Watch melaporkan penangkapan, penyiksaan, dan penghilangan aktivis pro-demokrasi. Machado pun bersembunyi di Venezuela, memimpin perlawanan lewat jaringan bawah tanah dan komunikasi rahasia. Ia sempat muncul sebentar saat protes besar pecah pada Januari 2025.

Dalam wawancara dengan CNN dari lokasi rahasia pada Agustus 2024, Machado menilai pemerintahan Maduro “telah kehilangan kontak total dengan realitas dan kehilangan basis sosialnya.”

Hadiah Nobel Perdamaian ini bernilai 11 juta kronor Swedia (sekitar Rp18 miliar) dan akan diserahkan pada Desember mendatang di Oslo. Belum diketahui apakah Machado bisa hadir karena alasan keamanan, namun penghargaan ini dipandang sebagai kemenangan moral bagi rakyat Venezuela yang memperjuangkan demokrasi dan kebebasan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya