Berita

Ilustrasi (Foto: Business Today)

Bisnis

Google Kucurkan Rp85 Triliun untuk Perluas Pusat Data di Belgia

JUMAT, 10 OKTOBER 2025 | 14:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Raksasa teknologi AS Google akan berinvestasi sebesar 5 miliar euro atau sekitar Rp85 triliun antara tahun 2026-2027 untuk memperluas pusat data di Saint-Ghislain, Hainaut, Belgia.

Fasilitas baru itu akan memperkuat performa layanan utama Google seperti Penelusuran dan Maps, sekaligus menjadikan Belgia salah satu pusat digital penting di Eropa. 

Langkah ini akan menciptakan 300 pekerjaan penuh waktu dan sekitar 15.000 posisi tidak langsung setiap tahun di kalangan mitra serta pemasok. Untuk mengisi posisi di pusat data baru tersebut, Google kini mencari spesialis TI, teknisi, dan staf keamanan.


“Demi posisi kompetitif Belgia, penting bagi perusahaan untuk mengadopsi AI,” ujar Tom De Block, Country Manager Google Belux, dikutip dari Belga News Agency, Kamis, 9 Oktober 2025.

Pusat data yang diperluas memungkinkan lembaga publik Belgia menyimpan data di dalam negeri, meningkatkan keamanan dan kedaulatan digital. Ini menjadi langkah penting di tengah meningkatnya kekhawatiran soal perlindungan data di Eropa.

Untuk mendukung operasional yang ramah lingkungan, Google meneken kerja sama dengan Eneco, Luminus, dan Renner guna membangun kapasitas tenaga angin dan surya sebesar 110 megawatt di Belgia. Langkah ini sejalan dengan komitmen Google mencapai netral karbon pada 2030.

Sejak membuka pusat data pertamanya di Saint-Ghislain, Google telah menginvestasikan lebih dari 11 miliar Euro atau sekitar Rp187 triliun di Belgia dan kini mempekerjakan sekitar 600 orang di wilayah Hainaut.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya