Berita

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (Foto: Sekretariat Presiden)

Politik

Hilirisasi Kelapa Berpotensi Tambah Devisa Rp2.400 Triliun

JUMAT, 10 OKTOBER 2025 | 09:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah memperkuat agenda hilirisasi sektor pertanian dengan fokus pada komoditas kelapa. 

Langkah tersebut diyakini dapat menambah devisa negara hingga Rp2.400 triliun per tahun melalui pengolahan produk di dalam negeri.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut hilirisasi menjadi kunci untuk mengoptimalkan nilai ekonomi dari komoditas kelapa yang selama ini sebagian besar diekspor dalam bentuk bahan mentah.


Menurutnya, potensi devisa dari sektor tersebut dapat meningkat signifikan hingga mencapai Rp2.400 triliun per tahun, seiring naiknya permintaan global terhadap produk turunan kelapa.

"Jadi ini visinya, harganya bisa naik 100 kali lipat. Kalau 100 kali lipat kita hitungan rata-rata saja, itu bisa menghasilkan 2.400 triliun,” ujarnya dalam sebuah keterangan di Jakarta seperti dikutip Jumat, 10 Oktober 2025.

Amran juga menyoroti potensi komoditas lain seperti gambir, di mana Indonesia menjadi pemasok utama dunia dan berencana menerapkan hilirisasi serupa untuk meningkatkan nilai jualnya.

“Ada yang menarik, gambir, juga kita rencana hilirisasi, kita mensuplai dunia 80 persen gambir. Bisa jadi tinta untuk pemilu, bisa untuk sirih, bisa untuk sampo, dan seterusnya. Nah, mimpi kita adalah seluruh bahan baku yang kita ekspor ke seluruh dunia, termasuk CPO, kita hilirisasi,” ucapnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya