Berita

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Mayoritas Bank Himbara Sudah Serap Dana Rp200 Triliun

KAMIS, 09 OKTOBER 2025 | 14:57 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kebijakan penempatan dana Rp200 triliun di perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mulai menunjukkan hasil konkret terhadap penyaluran kredit sektor riil.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, menyebut Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI telah menyerap sebagian besar dana tersebut.

“Ini perkembangannya cukup menarik, rata-rata sudah cukup tinggi. Mandiri sudah menggunakan 74 persen, BRI 62 persen, BNI 50 persen, BTN 19 persen, dan BSI 55 persen,” ujar Febrio di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, pada Kamis, 9 Oktober 2025.


Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak sekadar memindahkan dana pemerintah, tetapi juga memberikan akses bunga lebih murah bagi bank, sehingga mendorong percepatan penyaluran ke sektor riil.

“Bunganya lebih murah, sehingga mereka tentu akan memprioritaskan menggunakan uang ini untuk disalurkan ke sektor riil. Ini yang kita harapkan terjadi. Bahkan sudah ada permintaan dari beberapa bank lain untuk mendapatkan juga penempatan cash dari pemerintah,” katanya.

Menurut Febrio, langkah tersebut terbukti efektif dan berpotensi mempercepat pertumbuhan kredit nasional menjelang akhir tahun.

“Kebijakan yang kelihatannya simpel, hanya memindahkan cash, tetapi dampaknya bagi pertumbuhan kredit kita harapkan di akhir tahun bisa menuju ke 10 persen. Sehingga itu akan cukup real nanti di kredit modal kerja, konsumsi, investasi, dan berdampak langsung pada kinerja PDB kita di kuartal IV,” jelasnya.

Febrio optimis, kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang terarah akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai 5,5 persen pada kuartal IV tahun ini.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya