Berita

Menteri PU Dody Hanggodo (Foto: Antara)

Politik

Menteri PU Bakal Cek 40 Ribu Pesantren Usai Tragedi Ponpes Al-Khoziny

RABU, 08 OKTOBER 2025 | 20:09 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah akan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap ribuan pondok pesantren di seluruh Indonesia, menyusul tragedi runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Kabupaten Sidoarjo yang menewaskan puluhan santri.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan, pengecekan akan dilakukan secara masif dengan menggandeng Kementerian Agama sebagai bentuk langkah antisipatif terhadap kondisi bangunan pesantren. 

“Nanti akan dicek, kerja sama dengan Kementerian Agama,” kata Dody usai menghadiri pelantikan sejumlah pejabat di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 Oktober 2025. 


Dody menyebut, proses pengecekan sudah mulai dilakukan sejak awal pekan ini. 

“Lagi mulai, mulai nyisir. Sudah, sudah ada. Sudah mulai gerak dari hari Senin," ujarnya seraya memastikan tim teknis dari kementeriannya telah turun ke lapangan.

Pengecekan dilakukan di seluruh Indonesia dengan fokus awal di Pulau Jawa yang memiliki jumlah pondok pesantren terbanyak, serta beberapa wilayah di Sumatera. 

“Semua arahan dari Kementerian Agama, tapi kan yang paling banyak di Pulau Jawa. Pulau Jawa dan beberapa di Sumatera,” jelasnya.

Menurut Dody, ada sekitar 40 ribu pesantren yang akan menjadi sasaran pengecekan. Pemeriksaan difokuskan pada kondisi bangunan bertingkat yang dinilai paling rawan. 

“Ya tentunya bangunan-bangunan yang berlantai ke atas, dua ke atas, tiga, empat dan lima,” kata dia.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas tragedi runtuhnya bangunan Ponpes Al-Khoziny yang menewaskan hingga 61 orang santri. 

Pembersihan puing reruntuhan bangunan musala telah rampung pada Selasa dini hari, 7 Oktober 2025. Operasi SAR di bawah koordinasi Basarnas resmi ditutup setelah memastikan tidak ada lagi korban tertimbun.

BNPB mencatat dari total korban meninggal dunia, 17 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara tujuh potongan tubuh masih menunggu proses identifikasi oleh tim DVI.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya