Berita

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq saat membuka kegiatan "Penguatan Peran Usaha Kesehatan Sekolah di Satuan Pendidikan Tahun 2025" di Karawang. (Foto: Humas Kementerian)

Nusantara

UKS Garda Depan Mitigasi Risiko Kesehatan Program MBG

RABU, 08 OKTOBER 2025 | 19:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kesehatan para murid di sekolah merupakan pondasi utama bagi mutu pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia Emas 2045. 

Di samping peran promotif, preventif, dan kuratif, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) juga turut menjadi jembatan antara sekolah dengan pusat layanan kesehatan masyarakat. 

Demikian disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq saat membuka kegiatan "Penguatan Peran Usaha Kesehatan Sekolah di Satuan Pendidikan Tahun 2025" di Karawang, Rabu, 8 Oktober 2025.


"Di ruang belajar, pendidikan dan kesehatan tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling meneguhkan agar anak tumbuh dengan pengetahuan yang luas sekaligus tubuh yang kuat dan sehat. Inilah fondasi dari pembangunan sumber daya manusia yang utuh, di mana setiap langkah belajar juga menjadi langkah menjaga kehidupan," ujarnya.

Menurut Wamen Fajar, UKS menjadi perwujudan pemerintah dalam membangun SDM yang seutuhnya senapas dengan tujuan pendidikan nasional sebagaimana dimandatkan dalam UU Sisdiknas. 

Tak hanya itu, kehadiran UKS juga diharapkan dapat menciptakan sekolah sehat yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembinaan kesehatan fisik, mental, sosial, dan lingkungan. 

"Di antara guru, siswa, dan tenaga kesehatan, UKS hadir sebagai jembatan yang menyatukan sekolah dan puskesmas. UKS menjadi ruang kolaborasi, tempat nilai-nilai sehat dan peduli tumbuh bersama. Karena sejatinya, pendidikan yang bermutu dimulai dari tubuh yang sehat dan jiwa yang bahagia," terangnya. 

Fajar menilai bahwa pembangunan infrastruktur kesehatan seperti puskesmas dan juga pendidikan dengan adanya SD Inpres di era Orde Baru telah banyak memberikan dampak positif dari berbagai aspek. Dalam konteks itu, Orde Baru cukup berjasa dalam mepertautkan pendidikan dengan kesehatan. 

"Bahkan ada ekonom dari Amerika Serikat yang meraih Nobel karena meneliti SD Inpres yang ternyata berkontribusi positif dalam berbagai aspek, utamanya kesejahteraan, ekonomi, hingga membuka lapangan kerja," beber Wamen Fajar.

Wamen Fajar menyebut sejumlah program prioritas pemerintah, seperti makan bergizi gratis (MBG), cek kesehatan gratis (CKG),  dan gerakan 7 KAIH. Program-program prioritas tersebut, lanjutnya, merupakan program yang sejatinya bisa memperkuat UKS. 

"MBG, misalnya. UKS dapat memainkan peran sebagai corong edukasi kepada siswa, guru, dan orang tua tentang cara makan sehat, mencuci tangan, dan memilih makanan aman. Kemendikdasmen memastikan setiap MBG aman dan bukan semata-mata hanya memberi makan gratis, melainkan juga bagian dari pendidikan karakter dan pendidikan kesehatan," jelasnya.

"Dalam ungkapan lain, UKS bukan hanya mendukung gizi peserta didik, tetapi juga menjadi garda terdepan mitigasi risiko kesehatan dalam pelaksanaan MBG," tutup Fajar.

Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya