Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: YouTube ISEF Indonesia)

Bisnis

Airlangga Pede Ekonomi Syariah RI Bisa Geser Posisi Teratas Dunia

RABU, 08 OKTOBER 2025 | 14:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini ekonomi syariah Indonesia bisa menempati posisi pertama dalam State of The Global Islamic Economy (SGIE) Report.

“Kalau ini kita terus dorong sharia compliance (tingkat kepatuhan prinsip syariah), maka dalam waktu tidak lama dari nomor tiga kita bisa menyalip ke nomor satu,” kata Airlangga saat membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 di Jakarta, pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Ia menyebut ekonomi syariah dapat menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen, dengan kekuatan di sektor modern and modest fashion, pariwisata ramah Muslim, serta farmasi dan kosmetika halal. Untuk sektor fesyen Muslim, permintaan mencapai 20 miliar Dolar AS atau sekitar Rp289 triliun. Sementara itu, nilai industri makanan dan minuman halal termasuk seluruh value chain mencapai 109 miliar Dolar AS atau sekitar Rp1.000 triliun.


“Indonesia satu-satunya negara yang menjalankan sharia compliance secara penuh,” tegasnya.

Airlangga mengatakan pemerintah telah menjadikan ekonomi syariah sebagai prioritas dalam RPJPN 2025–2045, antara lain melalui perluasan KUR syariah, optimalisasi bullion bank, serta digitalisasi sertifikasi halal lewat SiHalal.

“Alhamdulillah tahun ini sudah 5,9 juta sertifikat diterbitkan dari target 10 juta. Jadi masih terus kita dorong,” ujarnya.

Sebagai wujud dukungan, pemerintah juga telah memfasilitasi empat kawasan industri halal, yaitu Jababeka, Cikande, Bintan, dan Sidoarjo serta membangun Indonesia Islamic Financial Center (IIFC).

“Ekonomi syariah bukan hanya tentang halal dan haram, melainkan jalan menuju pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan semangat optimis namun waspada, mari kita jadikan ekonomi syariah sebagai motor penggerak menuju visi Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya