Berita

Ilustrasi

Bisnis

Saham PIK2 Bergerak Positif di Level Rp15.750

SELASA, 07 OKTOBER 2025 | 19:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 bergerak positif ke level Rp15.750 atau naik 5,18 persen pada perdagangan Senin 6 Oktober 2025. 

Sebanyak 25,97 juta saham PIK2 ditransaksikan, frekuensi 21.626 kali dengan nilai transaksi Rp405,22 miliar.

Saham ini diperdagangkan di rentang Rp 15.050-16.100. Broker Trimegah Sekuritas mencatatkan net buy atas saham ini Rp44,3 miliar, juga KB Valbury Sekuritas membukukan net buy Rp26,6 miliar.


Phintraco Sekuritas sempat merilis analisis teknikal saat intraday kemarin. Mereka menyatakan target harga ketiga yang dipatok mereka untuk saham PANI di 16.000 telah tercapai. Phintraco pun memasang target keempat saham PANI di rentang 18.000-19.000.

Di sisi lain, pengendali PANI PT Multi Artha Pratama (MAP) melakukan aksi jual 178.237.000 saham PANI kemarin melalui pasar negosiasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). MAP merupakan entitas dari Agung Sedayu dan Salim Group.

Jumlah saham yang dijual MAP sebanyak 178.237.800 saham di harga Rp14.075 per saham dengan frekuensi 2 kali. Keseluruhan nilai transaksinya Rp2,5 triliun.

"Tujuan dari transaksinya adalah meningkatkan porsi kepemilikan publik dengan harapan untuk meningkatkan likuiditas saham dan memperluas cakupan jenis investor asing serta domestik," sebut keterbukaan informasi PANI dikutip Selasa 7 Oktober 2025.

Sebelum transaksi, MAP menggenggam 15.202.156.535 saham atau 89,93 persen. Setelah transaksi menjadi 15.023.918.735 saham atau 88,88 persen.

PANI menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Kamis 9 Oktober 2025. 

Rapat tersebut dilakukan untuk meminta restu rights issue dan penambahan kepemilikan di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya