Berita

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu bersama perwakilan SPBU Swasta dan Dirjen Migas Laode Sulaeman. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Ini Respons Wamen Todotua soal SPBU Swasta Minta Kepastian Kuota BBM

SELASA, 07 OKTOBER 2025 | 17:49 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta melayangkan surat kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk meminta kepastian terkait keberlanjutan investasi mereka di sektor hilir migas.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, mengungkapkan bahwa surat tersebut berisi permintaan jaminan kepastian investasi menyusul adanya isu pembatasan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang dijual di SPBU milik swasta.

"Ini keterkaitannya mengenai kepastian dan kelangsungan investasi mereka di negara kita, kaitannya dengan adanya isu pembatasan terhadap kuota impor bahan bakar non subsidi yang dijual di SPBU mereka,” ujar Todotua dalam konferensi pers usai rapat mengenai kuota impor BBM SPBU swasta pada Selasa, 7 Oktober 2025.


Todotua menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan negara hadir dalam menjaga iklim investasi yang kondusif, terutama bagi pelaku usaha yang sudah menanamkan modal di sektor energi.

“Inti semangatnya adalah negara harus hadir dalam konteks mengelola isu kepastian dan kondusivitas investasi di negara kita,” kata Todotua.

Menurut Todotua, hasil pertemuan antara Kementerian ESDM, pelaku usaha swasta, dan pihak Pertamina hari ini menunjukkan adanya semangat kolaborasi untuk memastikan pasokan BBM tetap aman hingga akhir tahun.

"Masukannya kita bilang coba kita break to solusi karena memang ini kan situasional ya karena adanya shifting dari subsidi ke non subsidi sehingga ber-impact terhadap angka penjualannya mereka ini naik," kata Todotua.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya