Berita

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Wamen Todotua:

Kelangkaan BBM Swasta Akibat Pergeseran Konsumsi Masyarakat

SELASA, 07 OKTOBER 2025 | 16:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Polemik kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU swasta disebut terjadi akibat pergeseran (shifting) pola konsumsi masyarakat dari BBM subsidi ke non subsidi. Kondisi ini turut memengaruhi stok SPBU swasta yang saat ini kehabisan pasokan BBM.  

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menjelaskan, bisnis SPBU swasta telah berjalan sejak 2004, dengan Shell menjadi salah satu pemain awal pada 2005. Namun, perubahan pola konsumsi masyarakat tahun ini memaksa adanya penyesuaian kebijakan dari pemerintah.

“Ke depannya, setidaknya tahun depan itu adjustable-nya sudah lebih baik,” kata Todotua dalam konferensi pers mengenai kuota impor BBM SPBU swasta di Jakarta, Selasa 7 Oktober 2025.


Meski demikian, Todotua mengakui adanya dampak terhadap distribusi BBM di lapangan. Namun ia memastikan pemerintah akan segera menyelesaikan masalah tersebut.

“Situasionalnya tahun ini memang ada pergerakan dan tadi juga sudah diyakinkan dari Dirjen Migas bahwa memang ini lagi diramu sehingga strateginya di tahun 2026 itu dipastikan akan jauh lebih baik,” tambahnya.

Ia juga optimis kepastian kebijakan pemerintah ke depan akan mampu memulihkan iklim investasi di sektor energi hilir, termasuk mendorong kolaborasi baru dengan perusahaan global.

"Kami berharap isu ini bisa dikelola lebih baik sehingga tidak terlalu ber-impact,” tandasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya