Berita

Sebastien Lecornu (Foo: France24)

Dunia

PM Prancis Sebastian Lecornu Mundur setelah 27 Hari Menjabat

SELASA, 07 OKTOBER 2025 | 06:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Prancis kembali kehilangan perdana menteri setelah Sebastien Lecornu mengundurkan diri pada Senin malam, 6 Oktober 2025 waktu setempat.

Pengunduran diri ini mengejutkan karena Lecornu baru menjabat selama 27 hari dan hanya berselang kurang dari 24 jam setelah ia menunjuk kabinet baru. Langkah ini memicu sekutu utama koalisi menarik dukungan mereka.

"Syarat-syarat tidak terpenuhi bagi saya untuk menjalankan fungsi saya sebagai perdana menteri," kata Lecornu, dikutip dari France24, Selasa 7 Oktober 2025.


Situasi tersebut memperdalam krisis politik di Prancis dan membuat Presiden Emmanuel Macron semakin tertekan. Istana Kepresidenan mengatakan Macron, yang saat ini mencatat rekor terendah dalam jajak pendapat, menerima pengunduran diri tersebut.

Lecornu sebelumnya menggantikan Francois Bayrou pada 9 September 2025. Ia menjadi perdana menteri keempat dalam waktu kurang dari setahun -- periode yang menunjukkan ketidakstabilan politik berkepanjangan di Prancis. Kini, Lecornu tercatat sebagai perdana menteri dengan masa jabatan terpendek dalam sejarah Republik Kelima sejak 1958.

Kekacauan politik di Prancis bermula setelah Macron menggelar pemilu legislatif dini tahun lalu, yang menghasilkan Majelis Nasional yang sangat terpecah. Meski sudah lebih dari tiga minggu berusaha mencari dukungan untuk menghindari mosi tidak percaya, Lecornu dipaksa mundur hanya beberapa jam setelah membentuk kabinetnya pada Minggu. Ia kehilangan dukungan dari kelompok konservatif yang menguasai 50 kursi karena keberatan dengan pilihannya untuk menteri pertahanan.

Senin malam, kantor Macron menyatakan bahwa Presiden meminta Lecornu melakukan “negosiasi akhir” selama dua hari ke depan demi menjaga stabilitas nasional. Pernyataan ini memberi sinyal adanya peluang bagi Lecornu untuk tetap bertahan dan mencoba membentuk pemerintahan baru. Namun, tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan.

Kabar pengunduran diri ini mengguncang pasar saham. Indeks utama CAC-40 di Prancis sempat anjlok hampir 2 persen sebelum akhirnya menutup sebagian kerugiannya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya