Berita

Mantan Direktur Utama PT PLN Batubara, Khairil Wahyuni. (Foto: elshinta.com/Supriyarto Rudatin)

Nusantara

Mantan Dirut PLN Batubara Ungkap Kisah Sukses Atas Izin Allah

SELASA, 07 OKTOBER 2025 | 00:10 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Mantan Direktur Utama PT PLN Batubara, Khairil Wahyuni membagikan kiat sukses dengan berpegang teguh pada Alquran dan keteladanan Rasulullah SAW. 

Pengalaman itu pernah disampaikannya di Pesantren "Jagat Arsy" Jakarta, beberapa waktu lalu. 

"Sebagai seorang muslim, panduan saya adalah Alquran dan suri tauladan Rasulullah. Dalam agama lain, mungkin punya pandangan sendiri. Karena saya muslim, sehingga bagaimana bisa sukses, memitigasi kegagalan, atau bagaimana bisa bangkit dari kegagalan dengan panduan tersebut," kata  Khairil Wahyuni dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin malam, 6 Oktober 2025.


Ia membuktikan selama berkarier di PLN, ternyata 'terselamatkan' dan senantiasa 'tertolong' energi ilahiah, lantaran dalam mempersepsikan suatu kesuksesan. 

“Karena izin Allah dan bukan semata-mata hasil jerih payah pribadi. Semata-mata Allah memberikan izin untuk kita berproses, maka kalau diuji kesuksesan, tidak berlebihan sampai lupa-lupa diri," jelasnya.

Lanjut dia, banyak orang sukses lupa diri, karena berpandangan seolah berkat diri sendiri. Akibatnya, jika gagal akan jatuh terpuruk, kecewa berlebihan, stres, depresi, bahkan stroke. Sehingga tidak bisa bangkit kembali. 

"Kalau kegagalan dipahami dari perspektif agama, maka gagal itu atas izin Allah. Tidak ada musibah tanpa izin Allah. Kita sadar bahwa musibah ketetapan dari Allah, maka kita bisa berdamai dengan diri sendiri. Sehingga, bisa kembali ke titik nol, keikhlasan," terang Alumni Fakultas Hukum UGM ini. 

Karenanya, yang semula kecewa karena gagal, sambung dia, bisa ikhlas, lantas rajin berdzikir kepada Allah, sehingga hati bisa tenang. 

"Kita syukuri ketenangan tersebut, maka kenikmatan akan didapat terus menerus," imbuhnya. 

Khairil menyontohkan pengalamannya sukses mencapai puncak karier sebagai Dirut PLN Batubara  kemudian gagal karena tersandung masalah. Ia berhenti atau mengundurkan diri diberhentikan dari PLN Tahun 2016, di usia 51, sebelum masa pensiun. 

Padahal, dirinya ketika itu masih punya waktu yang cukup lama untuk memasuki usia pensiun di PLN dan  Bahkan, jenjang kariernya juga berpeluang menduduki posisi yang lebih tinggi lagi, yakni Direksi di PT PLN (Persero). 

Beruntung saat musibah menimpanya, Khairil tetap berpegang teguh pada Alquran dan keteladanan Rasulullah. Sehingga, kegagalan itu tidak membuatnya terpuruk hingga tidak bisa bangkit kembali. 

Padahal, ia sempat mengalami kondisi menyedihkan dalam sel tahanan, akibat tersandung perkara pidana di perusahaannya itu. Tentu, pengalaman pahit tak pernah terbayangkan dalam sepanjang hidup Khairil.

"Saya mengalami sendiri ketika berada dalam tahanan, di ruangan satu kali satu (meter). Suasananya panas, hanya kesedihan yang ada, tapi saya berserah diri. Saya (fokus) sholat, dzikir dan mengaji (baca Alquran) di situ. Ternyata, kenikmatannya tidak saya dapatkan di luar. Itulah yang paling nikmat, berkomunikasi (intens) dengan Allah," kenang lulusan MBA dari University of Missouri, St Louis Amerika Serikat ini. 

"Ketika kenikmatan itu kita syukuri terus, maka yang ada aura positif. Sehingga, peluang-peluang bisnis menjadi terbuka. Kemudian, (setelah keluar tahanan) banyak orang yang mengajak (berbisnis)," tambahnya. 

Saat kembali bangkit, menurut Khairil, dirinya memilih tidak lagi jadi pekerja profesional. Ia merintis sebagai pebisnis hingga saat ini. Mengingat, skill seseorang bermuara kalau tidak sebagai tenaga profesional, pilihannya sebagai enterpreneur atau pebisnis.

"Sebagai pebisnis, (berkonsekuensi) mengambil risiko terhadap proses untuk mendapatkan income. Tadinya, saya (sebagai pekerja profesional) digaji orang. Saya (bangkit) mengambil risiko kalau bisnis tidak jalan saya  tidak bisa makan. Tapi kalau berkembang, saya bisa makan," pungkas Khairil.  


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya