Berita

Proses evakuasi korban runtuhan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur. (Foto: RMOLJatim)

Politik

Korban Ponpes Al Khoziny Roboh Tembus 45 Orang

DPP IMM Ingatkan Pemerintah Jangan Abaikan Pesantren

SENIN, 06 OKTOBER 2025 | 09:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menyampaikan duka mendalam atas musibah ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.

Ketua DPP IMM Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik, Ari Aprian Harahap, meminta pemerintah untuk lebih meningkatkan lagi perhatiannya terhadap kondisi fasilitas pendidikan berbasis pesantren di Indonesia

"Pemerintah tidak boleh abai terhadap pesantren, karena selama ini pesantren telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa," ujar Ari kepada wartawan di Jakarta, Senin 6 Oktober 2025.


Ari menegaskan, pemerintah perlu segera turun tangan membantu proses rehabilitasi dan perawatan gedung di lingkungan pesantren. Menurutnya, keselamatan santri dan tenaga pendidik harus menjadi prioritas utama, jangan sampai menunggu kejadian serupa terulang.

Aumnus Pondok Pesantren Manahijussadat Banten itu berharap perhatian pemerintah terhadap pesantren bisa diwujudkan melalui kebijakan yang konkret, terutama dalam hal infrastruktur dan bantuan operasional. Pemeliharaan gedung pesantren merupakan hal yang tak boleh dikesampingkan.

"Musibah ini harus jadi momen refleksi agar ke depannya kejadian seperti ini tidak kembali terjadi," tandasnya.

Proses pencarian korban runtuhan gedung Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, terus dilakukan. Hingga Minggu 5 Oktober 2025 sore, total korban meninggal mencapai 45 orang, dua di antaranya masih berupa potongan tubuh atau body part.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya