Berita

Beras SPHP (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Distribusi Beras SPHP akan Terus Dimasifkan Melalui Tujuh Saluran

SENIN, 06 OKTOBER 2025 | 09:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan terus dimasifkan ke seluruh daerah. Direktur Operasional dan Pelayanan Publik (OPP) Bulog Mokhamad Suyamto menyatakan hal ini untuk menjaga ketersediaan stok, menekan inflasi, dan memastikan stabilitas harga beras nasional.

"Kami memastikan SPHP terus dimasifkan melalui tujuh saluran distribusi utama, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya dalam bentuk harga beras yang lebih terjangkau," kata Suyamto, dalam keterangan pers di Jakarta, dikutip Senin 6 Oktober 2025. 

Tujuh saluran distribusi utama tersebut adalah pasar tradisional, ritel modern (swalayan/toko modern), Gerakan Pangan Murah (GPM), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog, outlet BUMN Pangan, serta koperasi instansi pemerintah.  


Menurut Suyamto, intervensi pemerintah melalui program beras SPHP telah menunjukkan hasil positif. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan (month-to-month) pada September 2025 tercatat sebesar 0,21 persen, di mana komoditas beras justru mengalami deflasi sebesar 0,13 persen dengan andil negatif -0,01 persen. Hal ini menunjukkan peran penting beras dalam menahan laju inflasi umum.

Sepanjang September 2025, realisasi penyaluran beras SPHP mencapai 143.866 ton atau naik 59 persen dibandingkan Agustus 2025. Jumlah ini menjadi rekor tertinggi realisasi SPHP di bulan September dalam tiga tahun terakhir sekaligus indikasi positif keberhasilan intervensi dalam menjaga pasokan dan harga beras di pasar. 

Turunnya harga beras pada September 2025 merupakan hasil dari kombinasi pasokan yang meningkat dan intervensi pemerintah. Dari sisi pasokan, harga beras mendapat tekanan dari panen gadu yang masuk di beberapa sentra produksi. Sedangkan dari sisi kebijakan, program beras SPHP yang dijalankan Perum Bulog terbukti memberikan dampak nyata di pasar.

Sementara itu secara kumulatif hingga 3 Oktober 2025 Bulog telah menyalurkan 462 ribu ton beras SPHP atau sekitar 30 persen dari target nasional 1,5 juta ton periode Januari-Desember 2025.

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

ICMI Terima Wakaf 2 Ribu Mushaf Al-Qur'an

Minggu, 22 Februari 2026 | 00:10

Tantangan Direksi Baru BPJS Kesehatan Tak Ringan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:43

Polri di Bawah Presiden Sudah Paten dan Tidak Ada Perdebatan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

AKBP Catur cuma Sepekan Jabat Plh Kapolres Bima Kota

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

Palu Emas Paman

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:01

BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:56

BI-Kemenkeu Sepakati Pengalihan Utang Tahun Ini, Nilainya Rp173,4 Triliun

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:40

Teror Ketua BEM UGM, Komisi III Dorong Laporan Resmi ke Aparat

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:14

PB IKA PMII Pimpinan Fathan Subchi Pastikan Kepengurusan Sah Secara Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:37

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:03

Selengkapnya